HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sembilan tahun tak kunjung air mengalir di beberapa kampung ini

Pipa air yang tidak berfungsi di Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar – Jubi/Suparmin.

Nabire, Jubi – Sembilan tahun tak kunjung air bersih mengalir di beberapa kampung. proyek yang dikerjakan sejak tahun 2013 ini hanyalah memasang pipa dan kran, selanjutnya hingga kini, tak ada air mengalir.

Beberapa kampung tersebut antara lain, Wiraska, Wanggar Sari, Kaladiri dan Kampung Bumi Mulia.

Suparmin, seorang warga Kampung Bumi Mulia melalui selulernya mengatakan proyek pengadaan air bersih di wilayah Distrik Wanggar Kabupaten Nabire itu, tercatat sudah dimulai sejak 2013 silam. Pipa-pipa telah selesai terpasang. Namun hingga saat ini air bersih tak mengalir .

“Waktu masuknya proyek itu, kami sendiri tidak tahu. Tiba-tiba ada orang kerja dan saat selesai tidak ada pemberitahuan untuk aparat kampung di sini. Kami tidak tahu apakah ini program dari kabupaten atau provinsi,” ujarnya.

Dia mengisahkan, pernah ada pertemuan dengan pihak pemerintah dan aparat kampung. Lalu, melalui kepala kampung menanyakan hal tersebut. Namun hingga kini belum ada perkembangan dan air belum mengalir.

Loading...
;

“Pernah ada pertemuan. lalu sudah ditanyakan ke pemerintah daerah. kalau tidak salah Bupati bilang sudah kasih uang delapan ratus juta rupiah kepada Paryianto. salah satu warga di sini untuk pengadaan program air bersih,” kisahnya.

Suparmin pun memintah kepada Pemkab Nabire untuk serius membantu masyarakat karena saat ini masyarakat hanya mengkonsumsi air sumur sebagai sumber air bersih.

Namun air sumur sangat keruh dan untuk mengkonsumsinya, warga harus menyaring dahulu atau berharap air hujan.

“Saya minta pemerintah perhatikan sebab selama ini dan hingga saat ini, kami hanya tergantung ke air hujan untuk masak. kalau sumur untuk mandi dan mencuci, itupun harus saring. sementara minum kebanyakan air galon, ” pintah dia.

Terpisah, Agung Sutrisno, warga Kampung Kaladiri via selulernya membenarkan hal tersebut. Dia heran, sebab proyek tersebut juga masuk di kampungnya. Tapi nasibnya sama saja. 11-12.

“Saya juga heran, ini sepertinya hanya buang uang saja,” katanya.

Menurut dia, proyek tersebut tentunya menggunakan anggaran negara. Entah APBD atau APBN. Karena itu harus diselesaikan agar masyarakat menikmati hasilnya.

“Itu kan pakai uang negara. Harus dipertanggungjawabkan. Harus ada hasil. ini kesannya hanya buang uang saja, ” tandasnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top