Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sembilan tersangka demo antirasisme di Deiyai, dipindahkan ke Rutan Polres Nabire

Dua di antara tersangka kasus anti rasisme Deiyai sedang naik dalam mobil Kejari Nabire – Emanuel Gobai for Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi –  Sembilan orang yang ditahan Kepolisian Resort (Polres) Paniai terkait demo antirasisme di halaman kantor Bupati Deiyai pada 28 Agustus 2019 akhirnya dipindahkan ke rumah tahanan (Rutan) Polres Nabire.

Enam tersangka dari penyidik Polres Paniai serahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire. Sedangkan tiga tersangka lainnya dipindahkan ke Rutan Polres Nabire karena masih mendapatkan pemeriksaan tambahan oleh penyidik Polres Nabire.

Emanuel Gobay, salah satu anggota Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua yang melakukan pendampingan pelimpahan berkas dan tersangka massa aksi antirasisme Deiyai di Kejaksaan Negeri Nabire mengatakan, keenam tersangka yang diserahkan ke Kejati di antaranya Alex Pakage, Stefanus Goo, Simon Petrus Ukago, Melianus Mote, Juven Pekei, dan Andreas Douw.

“Setelah dilimpahkan ke Kejati, selanjutnya mereka mengeluarkan surat perintah penahanan selama 20 hari terhadap kelima tersangka terhitung sejak tanggal 25 Oktober 2019 sampai dengan tanggal 13 November 2019,” kata Emanuel Gobay kepada Jubi, Jumat, (25/10/2019).

Sedang tiga tersangka yang dilimpahkan ke Rutan Polres Papua, yakni Steven Pigai, Mikael Bukega, Yos Iyai.

Loading...
;

“Penyidik Polres Nabire masih akan melakukan pemeriksaan tambahan,” kata Gobay yang juga Direktur LBH Papua ini.

Ia mengaku, pihaknya sempat menanyakan enam tersangka yang ditangguhkan Penyidik atas jaminan Bupati Deiyai. Namun menurutnya, Penyidik menyatakan mereka tidak melimpahkan berkas keenam tersangka tersebut.

“Saya juga bertanya kepada penyidik terkait alasan dan apakah ada surat SP3? Tetapi penyidik tidak menjawabnya. Selain itu, bagi tiga orang massa aksi antirasisme Deiyai yang ditahan Penyidik pada tanggal 28 Agustus 2019 lalu dirawat di RSUD, tapi penyidik tidak memberikan jawaban,” Gobay.

Pelimpahan berkas dan tersangka dari Penyidik ke Kejari Nabire hanya berjumlah 6 orang, sedang 3 orang tersangka lainnya masih menjadi tahanan penyidik Polres Paniai.

Koordinator Koalisi Elsham Paniai, Pastor Santon Tekege mengatakan jika tersangka diproses hukum, seharusnya Polisi meninjau dahulu letak masalah sebenarnya. Dari hasil penelusurannya, Pastor Tekege telah mendapati fakta bahwa tepat sebelum penembakan terjadi pada Rabu, (28/8/2019) ada mobil aparat keamanan melaju dari arah Enarotali dengan kecepatan tinggi.

“Mobil itu menyerempet beberapa pengunjukrasa yang sedang berarak memasuki Kantor Bupati Deiyai. Nah di sini sudah jelas bahwa aparat duluan yang cari gara massa aksi,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top