Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Seniman Papua bantu pengungsi banjir bandang Sentani

Pemberian bantuan dari para seniman kepada Pelayan Jemaat GKI Sinai Dobokurung Doyo Baru – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, sejumlah seniman Papua melalui Dewan Kesenian Jayapura, membuka posko Seniman Peduli di Kantor Dewan Kesenian Jayapura, sejak 18 Maret lalu.

Sejak terbukanya posko tersebut, banyak pihak yang meringankan tangan mereka untuk memberikan bantuan agar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut di posko-posko pengungsian.

Alhasil dari hasil pengumpulan itu, 20 Maret lalu sebagian besar bantuan sudah disalurkan kepada masyarakat di Kampung Babrongko Distrik Ebungfauw dan Kampung Asei Distrik Sentani Timur.

Bantuan terus berdatangan hingga 26 Maret 2019, bantuan-bantuan tersebut disalurkan lagi kepada masyarakat di Posko Sinai BTN Pemda Doyo Baru dan sebagian masyarakat di Kompleks Padang Pasir Sentani Kota.

Loading...
;

Sejumlah seniman Papua yang turut membagikan bantuan tersebut, Maria Sorondanya, mengatakan bantuan yang dikumpul sejak 18 Maret lalu adalah murni swadaya para seniman yang ada di seluruh Papua secara khusus di Jayapura.

“Hasil dari beberapa acara yang kami diundang untuk mengisi suara kami di sana, hasil tersebut kami sumbangkan untuk masyarakat yang terkena bencana banjir. Ada pula yang memberi dari kelebihan mereka, tetapi juga ada masyarakat yang secara sukarela datang memberikan bantuan mereka,” ujar Maria, saat ditemui di Posko Sinai BTN Pemda Doyo Baru, Selasa (26/3/2019).

Di tempat yang sama, Lidya Muabuay dan Grace Mayor, keduanya mengatakan bantuan yang diberikan ini meliputi bahan makanan seperi sayur mayur, minyak goreng, bumbu dapur, ikan laut, dan beras. Juga ada gula, kopi, daun teh, dan susu bubuk untuk anak-anak. Perlengkapan mandi seperti sabun, pasta, dan sikat gigi, sampo juga ada. Perlengkapan bayi seperti diapers (popok bayi) dan biskuit.

“Harapannya, bantuan ini kiranya bermanfaat dan dapat membantu mereka selama di posko pengungsian tetapi juga di rumah-rumah warga maupun kerabat dekat,” ujar Lidya Muabuay.

“Ke depan pemerintah lebih tegas lagi dengan regulasi soal kawasan cagar alam, karena sangat jelas di kawasan cagar alam tidak boleh ada aktivitas manusia, apalagi pemukiman penduduk,” kata Grace Mayor.

Sementara itu, Joice Deda, pelayan Jemaat GKI Sinai Dobokurung Doyo Baru Distrik Waibhu, yang dikunjungi oleh para seniman dengan bantuan ini, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada para seniman ini yang dengan tulus datang jauh-jauh untuk memberikan dukungan serta bantuan kepada warga jemaat yang terkena musibah.

“Gereja kami juga terkena dampak banjir bandang itu, sehingga barang-barang yang ada di dalam gereja seperti peralatan sakramen dan sebagainya sudah tidak bisa lagi digunakan karena rusak parah. Selain itu, ada tujuh rumah milik warga jemaat yang hilang diterjang banjir, dua rumah rusak parah, dan empat orang meninggal dunia. Barang bantuan yang diberikan ini tentu akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top