Sepak bola di Nabire perlu dihidupkan kembali

Sepak bola di Nabire perlu dihidupkan kembali

Dua club dalam laga persahabatan memeriahkan HUT BMA SukuWate di Lapangan Kodim Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Program pembinaan dan pengembangan minat dan bakat anak muda Nabire, khususnya di bidang sepak bola pada beberapa tahun terakhir dinilai tidak nampak. Persinab Nabire yang dijuluki Hiu Paus mandek, tidak memiliki lapangan.

Seorang anak muda Nabire, Yerry Wabes mengatakan, tidak ada kegiatan tentang sepak bola seperti dahulu kala. Jika dulu banyak pertandingan dan pembinaan sepak bola terhadap anak muda, kini tidak ada lagi.

“Tidak ada pembinaan, tidak ada stadion dari bupati ganti bupati. Padahal banyak minat sepak bola,” ujar pria 23 tahun ini, saat ditemui Jubi di Nabire. Kamis (14/03/2019).

Dikisahkan Wabes, dahulu semasa kecilnya, banyak pertandingan sepak bola yang digelar Persinab, punya lapangan, banyak klub – klub. Kini semuanya tenggelam tinggal nama.

Padahal, kata dia ada beberapa pemain terkenal di klub – klub di Indonesia yang pemainnya berasal dari
Nabire.

“Tidak ada kehidupan sepak bola di Nabire, waktu saya kecil dulu, bola ramai. Dan hasilnya ada pemain seperti Yahya Sosomar, Ricky Kayame dan lainnya yang diorbitkan dari sini,” katanya.

Wabes bilang, harus ada upaya untuk menghidupkan kembali Persinab, ada lapangan atau stadion, lalu ada pembinaan sehingga bakat anak muda ini bisa tersalurkan. Sebab saat ini banyak anak muda beralih ke hal negatif lain.

“Kita anak – anak Papua ini banyak hobby bola dari pada olahraga lain. Nah, karena tidak diperhatikan, akhirnya banyak juga terjerumus ke hal– hal negatif seperti minum, mabuk,” terangnya.

Pemuda ini mengapresiasi pertandingan sepak bola yang diselenggarakan Suku Wate dalam memeriahkan HUT BMA-nya. Sebab katanya, jarang ada pertandingan yang dilakukan Persinab. yang ada hanya beberapa pertandingan yang dilakukan oleh mereka yang peduli.

“Ternyata ada lembaga adat yang peduli. Kita lihat saja beberapa tahun ini selalu ada pertandingan, tapi itu yang melakukan adalah mereka yang peduli, sementara induk organisasi tidak tenggelam,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Kampung adat Oyehe, Yohan Wanaha mengatakan tujuan pertandingan sepak bola yang digelar pihaknya untuk memeriahkan HUT BMA ke – I ini. Satu pilihan ke sepak bola adalah mencoba untuk menyalurkan minat bakat anak muda Nabire dalam dunia persepakboaan.

“Banyak potensi anak muda di bola kaki, tapi tidak adal pembinaan, banyak pula yang terjerumus ke hal negatif. Aibon, Miras, sex bebas. Jadi kami ingin merangkul mereka,”

Wanaha berharap, Pemkab Nabire lebih aktif memperhatikan dunia sepak bola. Sebab BMA Suku Wate berupaya untuk membebaskan lahan guna pembuatan stadion bola, tapi hingga saat ini belum ada realisasi,” katanya.

“Nabire dulunya hebat, bisa orbitkan pemain. Sayangnya, fasilitas dan ruang bagi mereka tidak diberikan. Pemkab Nabire harus melakukan sesuatu. Kita tidak boleh menyalahkan anak muda yang terjerumus tanpa membina mereka dengan melakukan sesuatu,” tandasnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)