Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Setelah sidang MK

Ilustrasi, Mahkamah Konastitusi – Jubi/Tempo.co
Ilustrasi, Mahkamah Konastitusi – Jubi/Tempo.co

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh: Geradus Wen

Sidang sengketa hasil pemilihan presiden (pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) dan seluruh dinamikanya telah usai. Mahkamah Konstitusi akhirnya menolak gugatan Tim Prabowo-Sandi untuk seluruhnya.

Bukti, data dan fakta sudah diuji. Kesimpulan hakim sudah diumumkan. Media sosial, media elektronik dan media cetak ramai memberitakan jelang dan sesudah keputusan MK.

Siapa pun pemenang Pilpres 2019 harus diakui sebagai WNI terbaik untuk menjadi presiden di NKRI. Jalan terjal sudah hampir dilewati.

Loading...
;

Semua pasti bernapas lega bahwa hiruk-pikuk pilpres kali ini dapat dilalui dengan baik. Ada korban kerusuhan, korban hoax, korban materi, dllnya sudah pasti akan dihadapkan pada proses hukum. Aparat keamanan dan tim pencari fakta sudah pasti bekerja siapa melanggar pasal apa. Akibat pelanggaran hukum sudah pasti ada sanksinya. Syukur bahwa investigasi polisi sudah mulai dibuka untuk umum.

Rekonsiliasi

Sengketa hasil pilpres 2019 telah berakhir. Semua diajak merenung apa arti nasionalisme dan apa arti negarawan. Warga awam politik sedang menanti kecerdasan dan hikmat kebijaksanaan kaum elite politik negeri ini untuk mulai menemukan solusi terbaik untuk merekatkan kembali WNI yang sudah terbelah sebagai pemilih 01 dan pemilih 02.

Pemilu ada untuk mencari pemimpin terbaik. Pemimpin terbaik sejatinya tahu dan mau untuk berusaha menyejahterakan semua warganya.

Rekonsiliasi pasca sengketa hasil pilpres suatu keniscayaan demi menyejahterakan semua warga, bangsa, dan memajukan bangsa.   Optimistis bahwa langkah ini pasti diambil oleh presiden terpilih sebagai langkah strategis untuk maju bersama lagi memenangkan Indonesia. Semua dirangkul dan diajak kembali untuk semua terlibat dan berpartisipasi aktif berjuang memberdayakan SDM Indonesia yang cerdas, sejahtera, adil dan makmur.

Optimisis semua pasti menghayati nilai-nilai pancasila dan pembukaan UUD 1945. Kita sebagai warga negara diajak untuk terus melestarikannya.

Hukum kuat, NKRI kuat

Semua boleh mengklaim: siapa benar, siapa salah. Punya data valid dan tidak valid, siapa benar, siapa salah. Alasan logis dan tidak logis. Klaim-klaim seperti ini oleh para penguji selalu dicari data, fakta dan bukti pendukung. Akhir dari semua klaim adalah pengujian berbasis data, fakta dan bukti yang sudah akurat, tepat sesuai aturan yang berlaku. Hukum sungguh membutuhkan data, fakta dan bukti yang sangat kuat.

Tidak cukup argumentasi yang kuat, runutan berpikir yang logis dan seluruh mekanisme pembelaan tanpa didukung oleh data, fakta dan bukti. Ini sangat kuat dan sungguh terjadi dalam  proses pembacaan hasil sengketa pilpres 2019 oleh hakim MK, Kamis, 27 Juni 2019 sampai saat rehat pukul 15.30 Wib.

Tentu ini menjadi pelajaran berharga bagi semua warga Indonesia ketika berjuang mencari keadilan. Diyakini hukum ditegakkan seadil-adilnya oleh hakim.

Hakim memutuskan berdasar pada data, fakta dan bukti yang cermat dan akurat bukan berdasar asumsi, opini dan pendapat. Berikutnya adalah kecermatan dalam menyusun data, fakta dan bukti pun ternyata juga menjadi bahan bagi para hakim dalam usahanya memutuskan hasil persengketaan.

Hakim-hakim MK sudah dengan sangat cermat menguraikan dalil pemohon dan termohon di penghujung sidang putusan hasil sengketa pilpres. Baik yang masih awam hukum maupun yang melek hukum dengan sangat mudah mengerti dan memahami isi putusan yang dibaca  secara bergilir oleh para hakim MK.

Sekali lagi sangat diperlukan kecermatan dan ketelitian pun didukung oleh data, fakta dan bukti.

Semua warga bangsa sudah patut memaknai ini sebagai pelajaran yang sangat berharga untuk memajukan Indonesia. Sembarangan berkata-kata dan mengumbar kesalahan orang lain sudah tidak patut lagi. Semua boleh berpendapat   menyalahkan dan membenarkan asal didukung data, fakta dan bukti yang valid.

Jika ini dimiliki dan dihayati oleh semua warga bangsa, maka optimistis NKRI ini dipenuhi oleh SDM yang gemar membaca, gemar meneliti, suka kejujuran, tekun berdoa dan  rajin bekerja . SDM  seperti ini pasti didambakan oleh semua. Plus lagi punya karakter pribadi yang jujur, ulet, toleran, santun dan penuh persaudaraan. Yakin seyakin-yakinnya bangsa dan NKRI ini semakin maju bergerak menggapai peradaban modern.

NKRI pascasidang Pilpres 2019

Semua sudah tahu, gugatan pemohon terkait curangnya pelaksanaan pilpres 2019 secara terstruktur, sistematis dan masif  ditolak seluruhnya oleh hakim MK. Itu berarti capres Jokowi-M. Amin sudah dipastikan sebagai pemenang pilpres 2019. Selamat dan profisiat untuk paslon 01 yang telah memenangkan kontestasi pilpres April 2019.

Warga masyarakat sudah patut mengakhiri seluruh huru-hara, hiruk-pikuk, dan hingar-bingar tentang pilpres. Sejatinya pasca sidang MK dengan keputusannya maka KPU sudah pasti menetapkan pemenang pemilu yaitu capres Jokowi dan cawapres M. Amin. Selanjutnya Jokowi sebagai presiden RI dan M. Amin sebagai wapres RI periode 2019-2024. Ini Clear, final dan mengikat.

Semua sudah harus sportif menerima dan menjunjung tinggi proses yang sudah dilalui ini. Bersyukur NKRI memiliki presiden dan wakil presiden yang hadir dari proses demokrasi yang benar. Keputusan hukum pun sudah membenarkan semua proses pemilu sampai hasilnya.

Tentu Pak Prabowo dan Sandiaga Uno beserta semua pendukungnya harus menerima ini sebagai kenyataan yang tidak perlu dibantah lagi. Visi-misi mereka untuk menyejahterakan Indonesia belum disetujui oleh mayoritas warga NKRI. Visi-misi Pak Jokowi-M.Amin yang disetujui dan diterima oleh mayoritas  warga NKRI. Dibuktikan dengan kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Semua harus berjiwa ksatria menerima, mengikuti dan melaksanakan arah gerak pembangunan nasional yang dikomandani oleh presiden dan wakil presiden terpilih. Dukungan dan kerja sama semua warga NKRI sangat menentukan lajunya progres kerja rezim Jokowi lima tahun mendatang.

Input dan kritik konstruktif untuk memenangkan Indonesia dari seluruh warga sudah pasti turut menguatkan kinerja pemerintah lima tahun mendatang. Stabiitas sosial, politik dan ekonomi pun perlu dijamin dan menjadi usaha maksimal semuanya agar kerja keras mengusahakan Indonesia sejahtera, adil dan makmur dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Untuk itu, sangat perlu menggiatkan semua usaha untuk  persatuan Indonesia. Hal ini sebagai momentum penting agar NKRI berdasar pancasila dan UUD 1945 semakin kuat dan kokoh dalam segala aspeknya.

Koalisi partai pendukung pemerintah dengan tekun dan giat bekerja mewujudnyatakan visi-misi pemerintah dan partai oposisi sangat perlu selalu hadir mengkritisi seluruh dinamika progres kerja pemerintah.

Berharap bahwa visi-misi pemerintah rezim Jokowi lima tahun mendatang semakin menguatkan sendi demokrasi, memajukan pembangunan SDM Indonesia yang utuh dan seluruhnya, melanjutkan program infrastruktur yang belum selesai lima tahun yang lalu, memajukan ekonomi dan meningkatkan kinerja kerja aparatur negara.

Tentu ini pasti terlaksana dengan baik mana kala situasi dan kondisi  Indonesia dalam suasana dan nuansa yang kondusif dan penuh  kedamaian selalu ada kapan dan dimana saja di seantero  wilayah NKRI ini. (*)

Penulis adalah PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Papua

Editor: Timo Marten

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top