HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Setengah keberhasilan telah dimulai

Para pastor dan suster serta tamu undangan lain saat berjalan menuju ke areal agrowisata Sesawi – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Setengah keberhasilan sudah dimulai. Tetapi setengah lain masih harus kita buktikan. Untuk itu, perlu dukungan, kerjasama dan keseriusan semua pihak maupun pengelola, termasuk peserta yang datang berlatih di sini, karena merupakan syarat yang sangat penting.”

Pengelola dan penanggung jawab Agrowisata Sesawi yang beralamat di belakang perumahan Veteran, Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke, Pastor Anselmus Meo, SVD menghadirkan Superior Jenderal Kongregasi SVD Sedunia, Pastor Paul Budi Kleden, SVD.

Pastor Budi Kleden yang datang dari Vatikan-Roma itu, tidak lain melihat secara langsung pengembangan areal lahan dimaksud, kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, sekaligus melakukan peresmian.

Dalam sambutannya Pastor Budi Kleden mengatakan kedatangannya kesini tidak lain untuk belajar serta melihat. Juga  mengenal realita masyarakat Papua, realita gereja Papua serta apa yang dikerjakan kongregasi SVD di sini.

Loading...
;

“Saya tinggal di Roma. Perlu saya sampaikan satu hal yang merupakan kebiasaan orang Roma. Mereka bilang begini, siapa yang sudah memulai sesuatu, ia sudah mempunyai setengah keberhasilan,” ungkapnya.

Sering kali, menurut pastor, orang tidak berani memulai. Ketika hendak memulai, sudah dibayangi apakah bisa atau tidak? Pola seperti demikian, harus dikesampingkan secara perlahan.

Hari ini, katanya, dilakukan peresmian agrowisata Sesawi. Artinya setengah keberhasilan sudah dimulai. Olehnya, perlu kerjasama serta dukungan semua pihak.

Dikatakan, pendampingan boleh ada, namun kalau tanpa adanya kerelaan memanfaatkan bantuan melalui organisasi pusat pelatihan seperti begini, semua akan sia-sia.

“Saya minta kepada Pastor Ansel Meo dan anggota agar menggunakan kepercayaan dari pemerintah mengelola dana dengan baik sehingga apa yang diimpikan dapat direalisasikan,” pintanya.

Vikjen Keuskupan Agung Merauke, Pastor Hengky Kariwob, MSC menyampaikan terima kasih kepada Kongregasi SVD yang telah mengutus anggotanya datang di Merauke, sekaligus bersatu mewartakan karya cinta kasih serta kabar gembira di tanah Papua Selatan.

Mewartakan kabar gembira, katanya, tidak hanya dengan kata-kata indah di mimbar. Tetapi harus dinyatakan dalam  pelayanan di berbagai bidang.

Sebagai seorang misionaris, harus mewartakan beberapa hal penting dan utama di Papua seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Karena ini menjadi kekuatan dalam pewartaan kabar gembira.

Diharapkan generasi kaum berjubah berikutnya, mengikuti jejak dan langkah Pastor Anselmus Meo. Sehingga tak hanya di mimbar dan tidak hanya Tuhan Sertamu saja. Tetapi tangan, hati serta pikiran harus dinyatakan dalam karya-karya kemasyarakatan secara konkret.

Kongregasi SVD, jelas Pastor Hengky, telah melaksanakan Sabda Allah begitu baik.

“Jadi, Pastor Anselmus telah menerjemahkan kata-kata Paus Fransiskus, gembala berbau domba,” ungkapnya.

“Pastor Ansel telah datang berkarya di sini dengan pengamatan yang cukup. Lalu ditindaklanjuti  melalui karya nyata mengelola potensi sumber daya alam setempat. Tanah mencukupi, mitra kerja juga ada dan kebutuhan masyarakat pasti terjawab,” katanya.

Baginya, Pastor Ansel menjawab kebutuhan umat. Lalu ikut mengalami apa yang dibutuhkan umat dan itu sudah terjawab. Dengan demikian, bau domba seperti apa, telah dialami pastor.

“Mewakili Uskup dan umat Katolik, saya mengucapkan terima kasih kepada Kongregasi SVD, lebih khusus Pastor Anselmus yang dengan inisiatifnya telah memulai,” ujarnya.

Superior Jenderal Kongregasi SVD Sedunia, Pastor Paul Budi Kleden, SVD – Jubi/Frans L Kobun

Dalam kesempatan itu, Pastor Hengku mengatakan mentalitas anak-anak yang sekolah, masih cenderung menjadi pegawai. Tetapi orientasi  berwiraswasta hampir tak ada. Dengan demikian, banyak ditemukan penganggur berijazah.

“Mental untuk mandiri dan menciptakan lapangan kerja sendiri, masih sangat minim,” tegasnya.

Diharapkan dengan agrowisata Sesawi, dapat melatih sekaligus menciptakan anak-anak generasi muda yang memiliki wawasan untuk berwiraswasta di waktu mendatang.

“Harapan saya juga agar jangan sampai karya dari Pastor Anselmus hanya hobi semata. Begitu akan pergi ke tempat lain, karya dimaksud tak dilanjutkan. Ini menjadi masukan agar terus dijalankan dan dikembangkan,” pintanya. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top