Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sidang JUT di Makassar, di Papua korban dan pendamping merasa kecolongan

Demo penolakan kelompok JUT pada bulan Februari salu – Dok. Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Henock Nikki, keluarga korban perusakan rumah dan pelantang suara miliknya menyesali ketidaklibatan keluarganya dalam sidang perdana yang Ustaz Jafar Umar Thalib (JUT), padahal sidang itu bermula dari perusakan rumahnya

“Saya mau sampaikan bahwa saya punya kerugian yang dirusakan oleh anak buah Jafar Umar Thalib yang merusak sound system dan juga belum diganti,” kata Henock di Jayapura, Papua, Selasa (18/6/2019).

Kemudian, ia juga mengaku menyesal bahwa sidang perdana JUT di Makassar mengapa tidak melibatkan keluarga yang menjadi korban. Padahal sidang itu berawal dari perusakan rumah miliknya dan ganti rugi pelantang suara yang dirusak.

Kasus persidangan Ustaz Jafar di Makassar itu berawal saat Henock Niki (41) memutar musik rohani dengan volume keras di rumahnya di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura pada Rabu, 27 Februari 2019, sekitar pukul 05.30 WIB.

Loading...
;

Anggota pengikut JUT merusak pelantang suara satu set seharga Rp20 juta milik keluarga Henock M.Nikki di dalam rumah Nikki.

“Kami adalah pihak korban yang dirugikan oleh anggota JUT tapi kami tidak tahu sama sekali kalau sidang perdana JUT dilakukan di Makassar,” katanya.

JUT mantan panglima Jihad ditetapkan sebagai tersangka perusakan rumah warga di Papua. Kasus perusakan rumah itu disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada Rabu (12/6/2019).

Berdasarkan jadwal sidang yang tertera di PN Makassar, sidang eks panglima jihad ini terdaftar dengan sidang perkara nomor 808/PID,sus/2019/PN MKS.

Selaku keluarga korban, kata dia, pihaknya juga tidak tahu sama sekali kalau JUT bersama rombongannya sudah keluar dari Jayapura.

“Kami keluarga korban tidak tahu sama sekali kalau JUT bersama timnya sudah dibawa keluar dari Jayapura,” katanya.

Pihak kepolisian, tambah dia, tidak menginformasikan JUT dibawa keluar dari Papua. Tak hanya itu, proses persidangan JUT selanjutnya juga sama sekali tidak ada informasi kepada keluarga korban.

Sementara itu, Pendeta Jhon Baransano dari Persekutuan Gereja se Provinsi Papua (PGGP) dan persekutuan gereja-gereja se-Kota Jayapura yang mendampingi korban perusakan rumah oleh anak buah Ustaz JUT kaget karena tidak bahwa sidang perdana JUT sudah dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada Rabu lalu.

Pendeta Jhon mengatakan, Persekutuan Gereja se Provinsi Papua (PGGP) dan juga persekutuan gereja-gereja se-Kota Jayapura diberi nama untuk mendampingi korban perusakan rumah yang dilakukan oleh anak buah JUT kaget dengan sidang yang berlangsung.

“Padahal hingga kini kita sedang menunggu, tapi berdasarkan informasi bahwa sidang itu sementara berlangsung dan ditunda beberapa minggu berjalan karena JUT tidak mempunyai kuasa hukum,” katanya.

Jhon mengaku sempat melihat proses persidangannya lewat youtube lalu ia bertanya-tanya kepada beberapa pihak termasuk ketua PGGP.

“Ketua PGGP juga tidak mendapat informasi dari Polda Papua soal sidang perdana JUT di PN Makassar,” katanya.

Beranjak dari itu, kata dia, maka pihaknya pertanyakan sejauh mana kasus itu diproses. JUT bersama rombongannya keluar dari Papua juga tidak diinformasikan secara baik.

“Tahapan apa dan proses apa yang harus dilakukan hingga kini menyangkut kasus JUT juga tidak diinformasikan hingga kini,” katanya.

Hingga kini, menurut dia, warga terus mempertanyakan bagaimana proses yang terjadi dan bagaimana status JUT. Proses persidangan boleh jalan tetapi mengapa korban yang dirugikan tidak hadir dalam sidang.

Kemudian, ketika sidang itu berlangsung, bagaimana keterlibatan lembaga/korban atau juga pihak yang mengetahui itu ada dalam proses-proses persidangan tersebut. (*)

Editor : Victor Mambor

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top