HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sidang perdana praperadilan Kapolres Mimika digelar

Sidang Perdana di PN Mimika (Jubi/ Mawel) 

Jayapura, Jubi – Sidang perdana praperadilan terhadap Kapolres Mimika atas penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika digelar di Pengadilan Negeri setempat, Senin (11/02/2019)

“Kami tadi baru saja sidang perdana,”kata Gustaf Kawer, salah satu pengacara KNPB wilayah Mimika kepada jurnalis Jubi melalui pesan elektroniknya pada (11/02/2019) dari Mimika, Papua.

Kata dia, sidang praperadilan Kapolres Mimika itu sehubungan dengan penetapan tersangka, penangkapan, penahanan dan penyitaan barang tidak sah terhadap pemohon Sem Asso, Yanto Awerkion dan Edo Dogopia di Pengadilan Negeri Kota Timika.

Sidang dipimpin hakim tunggal Saiful Anam, S.H, M.H, dihadiri kuasa hukum pemohon. Gustaf R.Kawer, S.H, M.Si. Imanuel Gobay, S.H, M.H. Apilus Menufandu, S.H dan Yohanes Mambrasar, S.H.

Sedangkan dari termohon Kapolres Mimika diwakili oleh kuasa hukumnya, Darma Suwandito, S.I.K, Agustinus, S.H, M.H, Wahyudi P, S.H, Dias Tamu Satria Okta.

Loading...
;

Sidang perdana ini dengan agenda pembacaan permohonan oleh pemohon. Melalui kuasa hukumnya, pemohon menyatakan bahwa tindakan Kapolres Mimika tidak sesuai prosedur.

Menurut Kawer, polisi melakukan tanpa menunjukan surat tugas. Surat yang menyatakan tindakan penegakan hukum itu benar berdasarkan hukum.

“Tidak ada surat perintah penangkapan, surat perintah penahanan dan surat perintah penyitaan, sehingga pemohon memohon hakim menyatakan tindakan termohon tersebut tidak sah,”ujar Kawer.

Kemudian, menurut Kawer, memohon pengadilan memerintahkan termohon memberikan ganti rugi dan meminta maaf kepada para pemohon selama 3 hari berturut-turut lewat media massa di Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika.

Termohon lewat kuasa hukumnya memberikan jawaban yang intinya membenarkan dasar hukum yang digunakan kuasa hukum pemohon, menolak dalil-dalil penetapan tersangka, penangkapan, penahanan dan penyitaan tidak sah yang didalilkan oleh pemohon, karena bagi termohon tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur KUHAP.

Sidang kedua akan dilanjutkan pada hari Selasa, 12 Feb 2019 Jam 9.00 WIT dengan agenda tanggapan dari pemohon terhadap jawaban termohon.

Agust Kossay, ketua umum KNPB mengatakan seluruh proses KNPB Mimika diserahkan kepada pengacara.

“Kita percaya kepada pengacara. Kami akan memberikan dukungan penuh untuk membuktikan kebenaran, siapa yang salah dan benar,”kata dia beberapa waktu lalu kepada jurnalis Jubi. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)