Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Singapura hapus konten rap bernada rasial di Medsos

Ilustrasi toleransi, pixabay.com

Dikhawatirkan bisa memicu ketegangan rasial

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi – Facebook dan media sosial lainnya telah membatasi akses terhadap video lagu rap bernada menyindir di Singapura. Langkah itu dilakukan setelah pemerintah Singapura mengajukan permintaan agar  menghapus konten video yang dikhawatirkan bisa memicu ketegangan rasial.

Video yang sarat sindiran oleh duo komedi etnis India itu dibuat sebagai tanggapan terhadap iklan yang menggambarkan seorang aktor keturunan China dalam berbagai ras. Video itu menggelapkan kulitnya dan mengenakan jilbab dan hiasan kepala yang biasa dikenakan oleh wanita Muslim.

Kisah tersebut memicu kembali perdebatan tentang sikap rasial di negara dengan mayoritas etnis China, serta kemampuan pemerintah untuk membatasi konten melalui undang-undang baru tentang berita palsu yang kontroversial dan mulai diberlakukan.

“Kami harus membatasi akses ke konten karena melanggar undang-undang di sebuah negara tertentu, meskipun itu tidak melanggar standar komunitas kami,” kata juru bicara Facebook menanggapi pertanyaan dari Reuters.

Namun Reuters tidak dapat mengakses salinan video di Facebook yang sebelumnya sudah sempat beredar.

Loading...
;

Sedangkan salinan video di Youtube telah disaksikan lebih 40 ribu orang tersebut tertulis keterangan “Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena atas permintaan dari pemerintah”.

Sebuah pemberitahuan terpisah di Twitter mengatakan konten telah ditahan di Singapura sebagai tanggapan atas permintaan berdasarkan aturan hukum. Tapi Google Alphabet, pemilik Youtube, dan Twitter, menolak berkomentar.

“Video itu dibuat untuk membuat kaum minoritas marah kepada mayoritas etnis China di Singapura,” kata Menteri Dalam Negeri dan Hukum K Shanmugam beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan polisi sedang menyelidiki kedua orang itu dan pemerintah telah meminta Facebook untuk menghapus konten tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top