Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Siswa baru tidak bisa nikmati fasilitas asrama

Sergius Womsiwor saat berbincang dengan para siswanya – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Banyak orangtua siswa mendatangi sekolah maupun kediaman Sergius Womsiwor. Sambil menangis, mereka minta penyetopan penerimaan penghuni baru asrama dipertimbangkan lagi.

FASILITAS asrama disetop sementara di SMP dan SMA Satu Atap (Satap) Terintegrasi Wasur, Merauke. Pihak pengelola mengalami kesulitan finansial lantaran dana operasional tidak kunjung cair dalam tujuh bulan terakhir.

“Aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa, tetapi siswa baru belum bisa ditampung di asrama. Itu karena pertimbangan keuangan sehingga kami hanya menampung siswa (penghuni) lama,” kata Kepala SMP dan SMA Satap Wasur, Sergius Womsiwor, kepada Koran Jubi, Kamis (18/7/2019).

Mayoritas Siswa SMP dan SMA Satap Wasur merupakan Orang Asli Papua (OAP). Selain dari Merauke, mereka berasal dari Mappi dan Boven Digoel. Sekolah itu juga mendidik anak-anak korban kecanduan Aika Aibon.

Loading...
;

Tercatat ada sekitar 40 siswa baru yang saat ini mengajukan tinggal di asrama sekolah. Namun, pengajuan itu terpaksa ditolak lantaran ketiadaan dana operasional.

Kondisi tersebut menjadi semacam simalakama bagi pihak sekolah. Mereka tidak mungkin memaksakan diri menampung siswa baru yang rata-rata OAP dari daerah pedalaman tersebut di asrama. Di sisi lain, kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap perkembangan dan prestasi belajar siswa di sekolah.

“Mereka harus menumpang tinggal di rumah keluarga yang perekonomiannya serba terbatas. Jadi, tidak ada jaminan mereka bisa (mengikuti pelajaran di) sekolah dengan baik,” ujar Womsiwor.

Dia mengaku banyak didatangi orang tua siswa di rumah maupun sekolah. Mereka sambil menangis meminta Womsiwor mempertimbangan kebijakan penyetopan sementara penerimaan penghuni baru asrama.

“Kalau dipaksakan, mereka nanti makan apa selama di asrama? Jadi, biarkan mereka tinggal bersama keluarga di luar (asrama),” ujar Womsiwor.

Tidak direspons

Pengelola asrama selama ini menanggung semua kebutuhan harian seluruh penghuni. Makan-minum, peralatan mandi, hingga pembalut bagi penghuni perempuan.

Segala kebutuhan itu dipenuhi dari kas operasional asrama, yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Berdasarkan informasi yang sampai ke Womsiwor, dana otsus saat ini diprioritaskan untuk persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Dia menganggap hal tersebut merupakan komitmen Gubernur Lukas Enembe untuk menyukseskan PON di Papua. Karena itu, menurutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke seharusnya mengambil alih tanggung jawab pendanaan asrama. Sayangnya, mereka enggan memikul tanggung jawab tersebut.

“Saya sudah bertemu Sekretaris maupun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke untuk meminta petunjuk lebih lanjut (penyelesaiannya). Akan tetapi, saya justru diminta mencari jalan (keluar) sendiri terlebih dahulu. Jadi, sepertinya tak ada solusi dari mereka,” ungkap Womsiwor.

Dia berharap pemerintah setempat tergugah untuk membantu meringankan beban para siswa OAP yang ingin berasrama. Mereka kebanyakan berasal dari daerah pedalaman sehingga tidak memiliki tempat tinggal di Kota Merauke.

“Sekali lagi, saya tidak ingin memaksakan diri karena nanti bisa babak belur (kacau). Para pengambil kebijakan juga malah bersikap malas tahu dan tidak merespons sungguh-sungguh kondisi saat ini,” lanjut Womsiwor.

Sementara itu, Bupati Frederikus Gebze juga mengaku dana otsus untuk daerah mereka belum dicairkan oleh Pemerintah Provinsi Papua. Akibatnya, seluruh kegiatan yang pembiayaannya bersumber dari pendanaan tersebut belum bisa terlaksana.

“Kondisinya memang seperti demikian. Informasi yang saya dapatkan bahwa dana Otsus dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan PON. Seharusnya tidak seperti itu,” kata Bupati Gebze, beberapa waktu lalu. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top