Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Siswa PKL dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jayapura didampingi Kepala SMK Negeri 1 Jayapura menyerahkan kartu jaminan kerja kepada siswa peserta PKL – Jubi/ Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Para siswa yang sedang melakukan Paktik Kerja Kapangan (PKL) juga mendapatkan perlindungan dari (BPJS) Ketenagakerjaan. Mereka mendapatkan BPJS sebagai pekerja dari sektor Bukan Penerima Upah (BPU).

Perlindungan terhadap siswa PKL di perusahaan atau instansi swasta maupun pemerintahan sebagai upaya pengembangan kepesertaan. Selain itu juga edukasi pentingnya perlindungan jaminan sosial apabila terjadi kecelakaan kerja dan kecelakaan kematian.

Salah satu sekolah yang rutin mendapatkan perlindungan untuk siswa yang sedang melakukan PKL adalah SMK Negeri 3 Jayapura.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jayapura Adventus Edison Souhuwat mengatakan perlindungan tersebut dengan tujuan agar siswa bisa memahami pentingnya jaminan sosial saat siswa magang sudah masuk dunia kerja.

Loading...
;

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemeritah Nomor 44/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian maupun Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1/2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi Peserta Bukan Penerima Upah.

“Ini sudah yang ketiga kalinya SMKN 3 Jayapura melindungi siswa praktek selama tiga bulan denga BPJS, selama magang wajib dilindungi,” ujar Adventus usai penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS di SMK Negeri 3 Jayapura Senin, 16 September 2019.

Pemberian perlindungan progran jaminan kecelakaan kerja dan kematian kepada siswa PKL tersebut dengan premi Rp16.800 per bulan dan dibayar total Rp50.400 sesuai lama PKL.

Kartu peserta khusus siswa PKL berlaku hanya kepada siswa yang sedang melakukan PKL, karena berkaitan dengan dunia kerja. Selesai PKL kepesertaannya otomatis berhenti.

Jaminan kecelakaan kerja berupa perlindungan saat berangkat dari rumah menuju tempat kerja hingga kembali ke rumah. Sementara untuk pelayanan pengobatan di rumah sakit dengan fasilitas rawat inap kelas 1 hingga sembuh.

“Kami menjamin semuanya kalau ada yang siswa yang meninggal karena sakit dan kecelakaan kerja maka bisa mendapatkan perlindungan, kami mendukung program pemerintah dalam memberikan perlindungan,” ujarnya.

Adventus berharap SMK Negeri 3 Jayapura bisa menjadi contoh karena BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jayapura sudah berupaya melakukan sosialisasi hingga menyurati SMK yang memiliki kurikulum kegiatan magang, namun hanya SMKN 3 Jayapura yang merespon baik.

Ia meminta Dinas Pendidikan Papua sebagai pengawas SMA dan SMK di kota dan kabupaten mengimbau, bahkan mewajibkan semua sekolah yang melakukan pemagangan agar siswanya mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan Jayapura.

“Mungkin program ini dianggap belum terlalu penting, kami berharap semua sekolah SMA dan SMK bisa mengikuti program perlindungan kepada siswa yang melakukan PKL,” katanya.

Sekolah juga dituntut bisa memberikan pemahaman kepada orang tua jika anaknya ikuti praktik magang maka sebelumnya sudah harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala SMK Negeri 3 Jayapura Zeth G. Victor Foudubun memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan Jayapura yang memproteksi peserta didik Kelas XII yang melakukan PKL.

“Ketika mereka turun melakukan PKL biasanya banyak resiko, kalau kerja ringan tidak apa-apa tapi ada juga praktek yang resikonya cukup tinggi, karena itu diberikan perlindungan sehingga gembira,” ujarnya.

Menurut Foudubun perlindungan terhadap 400 siswanya yang melakukan PKL adalah tanggung jawab dan cara sekolah melindungi peserta didiknya. Sebab resiko pekerjaan yang dialami sama dengan pekerja pada mitra tempat siswa melakukan magang.

Bahkan, tidak hanya perlindungan sosial ketenagakerjaan, ternyata pihak sekolah juga melindungi siswa magang mereka dengan jaminan kesehatan.

“Saya juga akan mengkomunikasikan ini kepada kepala sekolah yang lain supaya memanfaatkan program ini, memang sudah seharusnya siswa yang magang diberikan perlindungan,” ujarnya.

Foudubun mengimbau siswa yang melakukan magang untuk tidak khawatir atau magang selama tiga bulan di perusahaan dan instansi swasta maupun pemerintahan, karena mereka sudah dilindungi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jayapura.

“Segala aktivitas selama melakukan pekerjaan magang yang dilakukan siswa SMK Negeri 3 Jayapura ini secara penuh dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan, kami menyampaikan terima kasih kepada kepala BPJS Ketenagakerjaan dan stafnya,” katanya.

Siswa SMK Negeri 3 Jayapura Seuda Gamaliel M Imbiri yang ikut magang mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaa Cabang Jayapura.

“Saya kan bukan pegawai atau karyawan, walaupun hanya sebagai siswa magang saya juga berhak mendapatkan perlindungan, soalnya jika saya kecelakaan siapa yang melindungi saya,” ujarnya.

Imbiri berharap ke depan bukan hanya siswa SMK Negeri 3 Jayapura yang mendapatkan jaminan perlindungan, tapi juga semua siswa SMK di Kota Jayapura yang sedang PKL sehingga sehingga mereka tidak merasa khawatir.

“Selama magang saya harus patuh terhadap pimpinan, masuk kerja dan pulang tepat waktu, dan melaksanakan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top