Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Siswa SD YPK Onomi Felavau diizinkan sekolah lagi

Pembukaan ruang Kepala Sekolah SD YPK Onomi Felavau secara simbolis oleh Kepala Distrik Sentani, sebagai tanda kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut bisa aktif kembali – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Meski belum ada kesepakatan terkait ganti rugi antara pemilik ulayat dan Badan Pengurus (BP) YPK di Tanah Papua, namun pemilik ulayat mengizinkan siswa-siswi SD YPK Onomi Felavau Sentani kembali ke sekolah.

Penyelesaian sengketa hak ulayat SD YPK Onomi Felavau Sentani telah dibicarakan oleh kedua belah pihak di obhe (para-para adat) Frans Albert Joku, Senin (25/2/2019).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ondofolo Kampung Ifar Besar, Frans Alberth Joku, dihadiri Badan Pengurus YPK di Tanah Papua, Adolof Yoku, sebagai pemilik sertifikat tanah, pihak Sekolah YPK Onomi Felavau, Kepala Distrik Sentani, dan Dinas Pertanahan Kabupaten Jayapura.

Setelah melalui penjelasan dan adu argumen antara pihak YPK dan pemilik hak ulayat, diputuskan akan digelar lagi pertemuan selanjutnya terkait proses pembayaran hak ulayat.

Loading...
;

Kendati demikian, pihak pemilik hak ulayat telah menginzinkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kembali berjalan seperti biasa.

Ondofolo Kampung Ifar Besar, Frans Alberth Joku, usai pertemuan di-obhe-nya mengatakan dirinya sangat menyesalkan adanya gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar SD YPK Onomi Felavau.

Menurutnya, hal seperti ini sudah bukan zamannya lagi untuk diributkan kalau kedua belah pihak melaksanakan apa yang sudah disepakati bersama sebelumnya pada Mei 2017.

“Persoalan yang sama sudah kita sepakati bersama dengan kedua belah pihak di tempat ini. Sebagai pimpinan adat saya juga merasa dilecehkan atas kesepakatan yang awal sudah disepakati di para-para adat ini. Padahal tujuannya baik untuk kedua belah pihak. Pertemuan berikut sudah disepakati pada 8 Maret mendatang dengan agenda pembayaran hak ulayat,” jelas Joku.

Di tempat yang sama, Sekretaris BP YPK di Tanah Papua, Niko Marisan, mengatakan sesuai dengan kesepakaan bersama pada Mei 2017 lalu akan ditindaklanjuti lagi pada 8 Maret 2019 mendatang.

“Persoalan ini sebenarnya sudah selesai pada 2017 lalu, hanya saja pihak YPK agak khawatir dalam proses pembayaran karena ada dua kubu dalam tuntutan ini. Kami juga ragu untuk melakukan pembayaran. Tetapi dengan adanya pertemuan saat ini kami yakin dan pastikan ke depan tidak ada lagi persoalan yang menimpa fasilitas pendidikan bagi anak-anak di tempat ini,” katanya.

Sementara itu, Adolof Yoku sebagai pemilik sertifikat tanah dimana SD YPK Onomi Felavauw berada, mengatakan sekolah ini sebenarnya tidak dipalang.

“Hanya saja anak saya menyampaikan ketegasannya terhadap Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak adil dalam pembagiannya. Sehingga pihak sekolah merasa kami sebagai pemilik hak ulayat ingin memalang sekolah tersebut,” katanya.

Sebagai seorang ASN, Adolof Yoku juga kesal terhadap sejumlah oknum ASN yang notabene adalah anak asli dari Kampung Ifar yang menyampaikan informasi tidak benar melalui media sosial bahwasannya sekolah ini Adolof Yoku yang palang.

“Kita sudah sepakat di obhe ini untuk pertemuan berikutnya, sebagai pemilik hak ulayat saya sudah bersedia dan mempersilakan kepada dewan guru serta anak-anak murid untuk kembali belajar seperti semula,” pungkasnya.

Dalam proses ini, Harold Yoku anak dari Adolof Yoku, minta perbaikan nama baik yang telah dilakukan oleh pihak sekolah dengan melaporkan dirinya ke pihak kepolisian.

Senin, 3 Maret, siswa-siswi SD YPK Onomi Felavau akan kembali belajar di sekolah tersebut. Secara simbolis sekolah tersebut telah dibuka kembali oleh Kepala Distrik Sentani, Budi Yoku, yang disaksikan langsung oleh kedua belah pihak yang bersengketa. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top