Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Situs Tutari menjadi salah satu destinasi PON XX

Artefak dikeliling semak di Situs Megalitikum Tutari, Kampung Doyo, Kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda.

Situs Megalitik Tutari merupakan salah satu ikon pariwisata yang dimiliki oleh warga di Bumi Kenambai Umbai

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Situs Megalitik Tutari yang terletak di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, akan menjadi salah satu destinasi wisata saat pelaksanaan PON XX pada 2020. Situs Megalitik Tutari merupakan salah satu ikon pariwisata yang dimiliki oleh warga di Bumi Kenambai Umbai dan dimasukkan dalam tujuan wisata di Kabupaten Jayapura.

“Iya, Situs Tutari juga menjadi bagian dari destinasi wisata pada PON XX,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo, Kamis (21/11/2019).

Baca juga : Situs Tutari kalah pamor dari Bukit Teletubbies Sambut Hardiknas, Balai Arkeologi Papua akan putar film Situs Tutari

183 mahasiswa Uncen kuliah di situs Tutari

Loading...
;

Menurut Joko, situs itu adalah aset luar biasa yang bisa dijadikan tempat edukasi dan wisata.

“Dari segi edukasi kita bisa tahu bahwa nenek moyang kita dulu sudah punya peradaban yang luas biasa sekali, ini yang harus ditularkan kepada warga terutama anak didik kita agar mereka mencintai sejarah ini,” kata Joko menjelaskan.

Sedangkan dari sisi pariwisata, situs Tutari bagian  dari warisan budaya, selain keindahan alam lainnya.

Joko menyebutkan Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura terdapat keindahan alam dan juga nilai sejarah dan prasejarah yang tak kalah bagus, meski ia mengakui butuh sentuhan lebih agar destinasi yang ada menarik untuk dikunjungi oleh para turis.

“Untuk itu situs ini harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Ini kalau kita kembangkan bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat di kampung setempat,” kata Joko menjelaskan.

Selain itu aset  situs peradaban tua itu menjadi nilai tambah pemahaman anak-anak muda generasi milenial. Bahwa aset itu bagi mereka yang bisa dikembangkan menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang baru, d antaranya menjadi pemandu wisata atau guide.

Mengenai kontribusi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, Joko mengatakan masih terkendala soal administrasi karena pengelolanya adalah milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua.

“Sebenarnya kami ingin membuat lebih baik lagi di situs ini, tetapi masih terkendala soal administrasi. Tentunya kami akan berkoordinasi soal ini saat PON nanti,” katanya. (*)

Editor :  Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top