Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

SKP KAME desak Pemkab Merauke dialog dengan mahasiswa

Pastor Anselmus Amo, MSC (kanan) saat mendampingi Administrator Keuskupang Agung Merauke memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke (KAME), Pastor Anselmus Amo, MSC mendesak kepada pemerintah setempat melakukan  dialog  bersama mahasiswa-mahasiswi dari sejumlah kota studi yang  mungkin saat ini sudah kembali ke Merauke.

“Saya kira Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke harus segera bertindak. Artinya, mereka mengundang mahasiswa Merauke dari sejumlah kota studi di luar Papua sekaligus melakukan dialog secara langsung,” pinta Pastor Amo saat dihubungi Jubi, Senin (9/9/2019).

Sekaligus, lanjut Pastor Amo, menanyakan apa yang diinginkan para mahasiswa.

“Ya, artinya kalau adik-adik mahasiswa Merauke ingin kuliah di Papua, agar dapat diatur atau difasilitasi pemerintah setempat,” pintanya lagi.

Loading...
;

Dialog dimaksud, katanya, tidak hanya dengan pemerintah setempat tetapi juga beberapa tokoh berkompoten diundang dan bisa ikut memberikan masukan kepada mahasiswa yang mungkin  tak berada di tempat studi lagi, tetapi sedang di Merauke.

“Saya kira para mahasiswa harus difasilitasi untuk dilakukan pertemuan sehingga mereka dapat menyampaikan berbagai hal yang sedang dirasakan sekarang. Karena selama di kota studi, pasti mengalami tekanan,” ungkapnya.

Dengan dialog, menurut pastor, tentunya ada titik temu yang bisa dihasilkan dan disepakati bersama.

Ditambahkan, dengan pertemuan digelar, emosionalitas para mahasiswa tak berkepanjangan. Karena telah ada masukan dan berbagai pertimbangan yang diberikan pemerintah maupun sejumlah tokoh penting lain.

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, beberapa waktu lalu menegaskan siapapun juga pasti tidak menerima, ketika hinaan rasisme dilontarkan.

“Saya berharap dengan kejadian di Surabaya dan Malang serta sejumlah daerah lain yang menjadi kota studi mahasiswa Papua, agar hinaan seperti demikian, tak diungkapkan lagi,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top