Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Slamet penyulap sampah lebih bermanfaat

Pengelola bank sampah Kenambai Umbai saat menerima sampah botol mineral dari masyarakat – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Biak, Jubi – Dedikasi perintis lingkungan yang juga pendiri Bank Sampah Rumah Edukasi 858 Kabupaten Biak Numfor, Papua, Slamet Hariono menjadi inspirasi bagi warga karena dengan kepeduliannya mengelola sampah rumah tangga. Slamet mampu mengolah barang kotor itu menjadikan uang bernilai seratusan juta rupiah per bulan.

“Sampah rumah tangga yang kami berupa kertas, plastik, logam. Termasuk memproduksi kompos tanaman,” kata pengelola sampah Biak Slamet Hariono, di tempat kerjanya di Bank Sampah Darfuar distrik Samofa, Jum’at (8/11/2019).

Baca juga : Harus ada bank sampah unit di pemukiman warga Bank sampah motivasi warga bersihkan lingkungan

Botol plastik yang terkumpul dari bank sampah di Jayapura akan dikirim ke Malang

Loading...
;

Di bank sampah yang ia dirikan itu  Slamet menggelola sampah dengan  cara reduce, reuse dan recyle (3R), yakni dikurangi, dimanfaatkan ulang dan didaur ulang.

Usaha Bank Sampah dirintis sejak 2015 di Biak Numfor. Tujuannya, untuk membantu pemerintah dalam menangani pengelolaan dan pengolahan sampah di Kabupaten Biak Numfor dan Indonesia umumnya.

“Melalui rumah edukasi Bank Sampah, juga menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih,” kata Slamet menambahkan.

Bank sampah yang dikelolanya mengacu pada regulasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) melalui Bank Sampah (Permen LH Bank Sampah) dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Bank Sampah yang terbit berdasar pada Undang-undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS).

Keberadaan Bank sampah untuk melaksanakan misi sosial dan edukasi tentang prinsip-prinsip 3R kepada masyarakat. Pengelolaan sampah 3R, diharapkan akan merubah paradigma masyarakat dalam mengelola sampah dapat mendapat manfaat lain, yakni sejumlah uang sebagai pemasukan bagi keluarga dan lingkungan.

“Bank Sampah selama ini memberi berdampak positif, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menambah pemasukan bagi rumah tangga,” kata penerima penghargaan Bank Sampah dari Korea dan Lithuania itu.

Menurut dia, slama ini tak banyak warga yang menyadari tentang prinsip kerja bank sampah yang terbentuk di Kabupaten Biak Numfor.

Padahal, jika dikelola secara benar dan profesional, pada akhirnya sampah memberi keuntungan dalam bentuk materi dan berkurangnya timbunan sampah di lingkungan tempat tinggal.

Hal itu menjadi alasan dia merintis pembukaan Bank Sampah di Kabupaten Biak Numfor, Sejak 14 tahun LALU. Tak hanya itu, kini Slamet Hariono memiliki tujuh unit usaha dan delapan mitra kerja bank sampah. omset Bank Sampah Rumah Edukasi 858 Biak Numfor mencapai seratusan juta setiap bulan dengan mengumpulkan sebanyak 25 ton plastik, 12 ton karton, 10 ton kertas dan 5 ton pupuk kompos.

“Bank Sampah tidak hanya mengajarkan edukasi menjaga lingkungan bersih, sehat dan hijau, tetapi jika dikelola profesional akan memberikan pemasukkan mencapai seratusan juta,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top