HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

SMAN I Nabire berlakukan program peminatan dalam rekrut siswa baru

Kepala SMAN I Nabire, Bernadus Dambut di ruang kerjanya – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – SMAN I Nabire memberlakukan program peminatan dalam merekrut siswa baru, tahun ajaran 2019/2020. Peminatan adalah program kurikuler pengetahuan tentang pembelajaran anak dalam rangka mengikuti pelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Nabire, Bernadus Dambut kepada Jubi baru-baru ini mengatakan pihaknya telah mengumumkan jumlah siswa yang telah diterima pada sekolah tersebut.Orang tua dan wali murid baru juga telah dibertahukan soal program peminatan itu.

Dikatakan, untuk sekolahnya terdapat empat kelompok mata pelajaran. Kelompok A (umum) dengan enam mata pelajaran. Kelompok B (umum) ada 3 mata pelajaran. Kelompok C (peminatan) ada 4 mata pelajaran dan kelompok D (lintas minat) 2 mata pelajaran.

Untuk kelas X, jumlah mata pelajaran yang dipelajari anak di SMAN 1 dan tentunya lain pada umumnya adalah 15 mata pelajaran. Untuk kelas XI dan XII masing-masing 14 mata pelajaran.

“Kami telah menyampaikan syarat peminatan itu berdasarkan data kepada orang tua yang dimiliki anak dan berdasarkan minat atau kemauan. Kami mohon untuk mengisi formulir dan nanti diserahkan minatnya dan kemampuan. Termasuk dari nilai rapor dan nilai STTB serta nilai UANnya. Juga satu syarat lagi yang terbarukan di SMA Negeri 1 yang sebenarnya ada tapi baru kali ini kami ambil yaitu tetang tes kecerdasan,” katanya.

Loading...
;

Menurut Dambut, tes kecerdasan tidaklah mudah sebab memerlukan para ahli yang bisa mengetahui sidik jari tentang kemampuan tentang manusia. Sehingga tahu persis kemampuan manusia itu ke hal mana sesuai dengan otak yang dimiliki.

Untuk itu, pihaknya mendatangkan tim ahli dari Makassar dan dari hasil tes menjadi pedoman untuk menempatkan anak ke program sesuai dengan kemampuannya.

“Jadi, dari hasil tes kecerdasan kami bisa menempatkan anak sesuai kecerdasan dalam satu kelas. Misalkan, jangan kecerdasan anak yang tinggi digabungkan dengan yang rendah. sebab pengaruh kecerdasan kurang akan membawa perubahan menurun bagi yang tinggi. Contoh, dalam memahami satu mata pelajaran, kemampuan anaknya sama itu disatukan, kalau berbeda agak sulit,” tuturnya.

Lanjut Dambut, arah dari pemetaan kecerdasan anak adalah untuk mengarahkan orang tua dan guru untuk memposisikan anak di program sesuai kemampuannya, apakah IPA, IPS atau Budaya. Sebab di situ akan terlihat yang nantinya akan dibanding, disingkronkan dengan raport.

Dambut bilang, selain program pemetaan, para guru dituntut untuk memprogramkan peningkatan anak didik untuk memiliki intelegensi. Sebab intelegensi anak berbeda – beda maka dari itu harus dikelompokkan.
Dengan demikian, guru yang nantinya membina anak di kelas itu pasti berbeda, jadi porsinya untuk anak yang kurang itu jauh lebih diperhatikan daripada yang baik. Artinya mereka harus lebih didongkrak untuk bisa dan menyamakan dengan mereka yang intelegensinya bagus.

Terpisah, salah satu orang tua murid, Neles Rumi mengatakan dirinya tertarik dengan sekolah tersebut dan mendorong anaknya untuk mendaftar di sana.

Pasalnya, jumlah guru lengkap untuk semua mata pelajaran. Selain itu, juga ada pemerataan dalam menerima Papua dan non Papua.

“Saya dorong anak mendaftar di sana. Dan puji Tuhan diterima, karena bagi saya anak Papua juga harus bisa bersaing di sekolah Negeri. Jangan hanya swasta saja,” ucapnya.

Untuk SMA N I Nabire tahun ini, sesuai hasil tes, akan dihimpun sejumlah anak 360 siswa dengan 10 kelas dengan jumlah siswa per kelas 36 orang yang sesuai dengan ketentuan. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top