HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Soal lahan kosong di Kemiri belum jelas kepemilikannya

Pertemuan pemerintah daerah dengan masyarakat adat pemilik hak ulayat lahan kosong di Kemiri, beberapa waktu lalu – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Demas Tokoro, mengatakan lahan kosong di Kemiri yang akan dibangun rumah untuk relokasi warga terdampak banjir bandang Sentani, Maret silam, belum jelas kepemilikannya hingga saat ini.

“Ada sejumlah pihak yang mengklaim lahan kosong tersebut sebagai milik mereka, masing-masing memiliki sertifikat tanah,” jelas Demas  Tokoro,saat ditemui di Sentani, Rabu (17/7/2019).

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan mengklaim lahan tersebut adalah milik mereka, sementara dokumen kepemilikan berupa sertifikat dan pelepasan tanah tidak ada.

Ada Ramses Felle, Marthina Wally, dan Jhoni Suebu (Ondofollo Kampung Ifalle) yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat atas lahan tersebut.

Loading...
;

“Ada tiga sertifikat tanah yang masuk kepada kami selaku dewan adat suku, semua atas lahan kosong tersebut,” katanya.

Menurut Demas, yang juga sebagai anggota MRP Pokja Adat, pihaknya akan membuat satu pertemuan dengar pendapat terkait kepemilikan hak atas lahan kosong di Kemiri.

“Ondofolo Ifale, Yahim, Yobeh, serta pemilik sertifikat atas tanah tersebut akan kami undang untuk didengar pendapat masing-masing soal lahan ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan pihaknya sudah menunggu satu bulan lamanya untuk kejelasan tanah tersebut. Karena pihak ketiga yang akan mengerjakan pembangun perumahan sudah ada.

“Di sini kita minta pihak masyarakat adat harus membantu kita, sehingga persoalan pengungsi cepat diatasi,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top