Soal lampu jalan, Bupati Jayapura: Saya sudah capek dengan PLN

Soal lampu jalan, Bupati Jayapura: Saya sudah capek dengan PLN

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat wawacara di kantornya – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Menanggapi keluhan masyarakat terkait minimnya lampu jalan di Sentani dan sekitarnya, Bupati Jayapura, Mathius Awaoitauw, mengatakan sudah beberapa kali mencoba berkoordinasi dengan PLN tetapi tidak ada respons.

“Saya sudah cape dengan PLN, berkali-kali kita koordinasi tetapi tidak direspons. Seharusnya pihak PLN yang aktif melihat pelayanan publik ini. PLN adalah badan usaha milik negara yang bertanggung jawab terhadap pelayanan public terkait kelistrikan,” ungkap Bupati Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Jumat (17/5/2019).

Bupati Awoitauw juga menilai pihak Pemerintah Provinsi Papua tidak serius menagani masalah ini. Menurutnya, sekalipun itu berada di wilayah Kabupaten Jayapura, tetapi jalan protokol Sentani-Jayapura merupakan jalan nasional dan juga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Dinas Pertambangan dan Energi dulunya ada di Kabupaten Jayapura. Dinas ini yang mengurusi persoalan lampu-lampu ini. Tetapi sekarang sudah ditarik kembali ke provinsi. Pemerintah provinsi juga harus konsisten terhadap hal ini,” tegas Awoitauw.

Kendati demikian, kata Awoitauw, pihaknya tidak tinggal diam dalam hal pelayanan publik ini. Pemerintah Kabupaten Jayapura sedang membangun komunikasi dan koordinasi dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang akan mengerjakan sebuah proyek multiyears dalam beberapa tahun ke depan untuk penanganan lampu jalan di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Jadi, melului BTN, kita sudah berkoordinasi untuk melakukan pekerjaan ini. Yang sedang dilakukan saat ini adalah penentuan tender bagi pihak ketiga yang akan mengerjakan proyek tersebut. Sudah ada yang bersedia, tetapi kita butuhkan yang benar-benar profesional, karena Sentani merupakan pintu masuk Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Sadrak Felle, warga masyarakat di Kota Sentani, mengaku kondisi jalan yang gelap biasanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum masyarakat untuk melakukan tindakan kriminal kepada para pengendra yang melewati jalan tersebut.

“Misalnya kemarin jalan naik ke Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, jalan yang menuju ke kantor pemerintahan saja sudah gelap gulita. Ada masyarakat yang mengalami kekerasan di sana, berang-barang berharganya dirampas oleh oknum-oknum yang memanfaatkan jalan yang gelap itu,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)