Soal tambang emas, warga asli daerah minta diprioritaskan

Soal tambang emas, warga asli daerah minta diprioritaskan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Warga suku Una-Ukam yang merupakan warga asli Yahukimo menuntut adanya prioritas kepada warga asli untuk menambang emas di wilayah mereka. Ini menyusul banyaknya pendulang emas dari luar daerah yang datang melakukan proses penambangan emas tanpa disertai izin yang jelas.

Timeus Aroman, Sekretaris Ikatan Suku Una-Ukam mengatakan, sudah sering warga menyampaikan hal tersebut kepada Pemda, namun hingga kini tak ada tanggapan yang berarti atas keluhan mereka. Ia bahkan mengancam akan bersikap tegas kepada para penambang liar jika Pemda tak segera bertindak.

"Hari ini kami datang secara sopan dan baik-baik tanpa anarkis, karena kami tidak mau ada pihak ketiga yang memanfaatkan kesempatan dan mengacaukan situasi masyarakat karena itu dimohon tanggapan yang baik dan positif dari lembaga eksekutif maupun legislatif kabupaten Yahukimo," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Tepinus Waroman, anggota DPRD komisi A membidangi pemerintahan hukum dan HAM ketika di wawancarai Jubi, Minggu (2/9/2018) di Jayapura mengatakan, pihaknya mendukung langkah suku Una-Ukam sebagai pemilik wilayah.

"Biarkan masyarakat asli Yahukimo suku Una-Ukam menambang emasnya sendiri tanpa campur tangan pihak lain," ujarnya.

Tepinus mengatakan, ada tujuh suku besar yang mendiami Kabupaten Yahukimo, beserta ada beberapa sub-sub suku. Sehingga, mendulang emas secara tradisional memang merupakan hak mereka.

 

"Masyarakat Yahukimo punya pendapatan sampai hari ini belum ada. Kami punya Kabupaten itu besar, untuk pendapatan masyarakat selalu berharap dana desa," katanya.

Ia menambahkan, sebagai anak daerah dari suku Una-Ukam, ia tidak melarang warga membuka dan melakukan pendulangan. Namun segala proses, harus sesuai mekanisme yang ada dan tentu saja melibatkan anak-anak daerah. Salah satunya dilarangnya penggunaan alat-alat berat untuk proses pendulangan.

"Dalam proses pendulangan kami melarang pengunaan alat berat dan merkuri. Kami izinkan pendulangan rakyat atau pendulangan tradisional karena dengan alat berat akan merusak alam, lingkungan hutan dan air sehingga kami tidak izinkan," katanya. (*)

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)