Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sosialisasi dana desa di Distrik Asotipo

Masyarakat Asotipo saat mengikuti sosialisasi dari BPMK Bersama BUMKam Jayawijaya – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) bersama Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Jayawijaya memberikan sosialisasi penggunaan dana desa kepada 10 kepala kampung di Distrik Asotipo yang berlangsung di Kantor Distrik Asotipo pada Rabu (22/05/2019).

Kabid BPMK Kabupaten Jayawijaya Lepinus Gombo, mengatakan, banyak kepala-kepala kampung belum mengerti tentang intervensi program dari kabupaten tentang penggunaan dana desa tahun 2019.

Untuk itu, pihaknya berkepentingan untuk memberikan penjelasan mengenai program prioritas yang harus dikerjakan agar terserap dalam anggaran pendapatan belanja kampung (APBK) di kabupaten Jayawijaya, yang sudah ditetapkan Bupati Jayawijaya.

“Itu yang kami sosialisasikan supaya mereka bisa benar-benar membuat program dan kegiatan itu menjalankan benar-benar sesuai dengan apa yang sudah diprogramkan itu dan juga bisa kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung, itu sebabnya hari ini kepala-kepala kampung sendiri meminta kami datang ke distrik Asotipo ini untuk menjelaskan melalui sosialisasi,” katanya.

Loading...
;

Lepinus Gombo mengatakan, pihaknya juga mencoba mengarahkan penggalian sumber baru dalam potensi kampung, agar bisa mendatangkan pendapatan asli desa, serta diarahkan membentuk Badan Usaha Milik Kampung yang tentu sesuai dengan Permendagri nomor 4 tahun 2015 tentang pendirian badan usaha milik kampung.

“Kami juga mengerti kapasitas aparat kampung dan SDM namun itu tanggungjawab kami, maka kami harus mendorong, memfasilitasi serta memberikan pemahaman-pemahaman melalui berbagai cara supaya mereka benar-benar mengerti dan melaksanakan sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam regulasi,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan intervensi program dari kabupaten yang sudah disampaikan melalui sosialisasi ini bisa diukur hasilnya di lima tahun ke depan, mulai dari tahun 2019 ini hingga 2023 masa kepemimpinan Bupati Jayawijaya.

Sementara itu Direktur Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Kabupaten Jayawijaya Lamber Kossay mengatakan, penerapan Peraturan menteri desa nomor 4 tahun 2015 tentang pembentukan badan usaha milik desa atau kampong, baru terwujud pada 2018 ini, walau di daerah lain di luar Papua sudah dilaksanakan di tahun 2015.

“BUMKam ini juga membantu pemerintahan. Sistem pemerintahan itu terbatas maka salah satu contoh usaha yang dilakukan oleh BUMKam adalah dalam proses pengolahan beras. Kami olah dari persawahan, penanaman padi, sampai panen hasilnya. Maka dana desa yang ada mari kita gunakan penanaman modal dengan usaha-usaha apa saja di masing-masing kampung agar menghasilkan lebih banyak lagi,” katanya.

Untuk itu dirinya mengajak  sejumlah kepala kampung yang belum mengerti dengan proses pendirian hingga berjalannya organisasi ini bisa mendatangi kantor BUMKam, untuk mendapatkan sejumlah pelatihan serta informasi.

Sementara, Kepala Distrik Asotipo Yunus Asso mengatakan, di wilayahnya sejumlah  aspek pembangunan seperti transportasi, sarana-prasarana kantor sudah berhasil diadakan.

Untuk itu di tahun ini pihaknya sangat mendukung program-program yang disampaikan oleh BPMK melalui sosialisasi seperti ini.

“Di Distrik Asotipo tahun kemarin kami kirim tiga kepala kampung untuk ikut pelatihan atau studi banding ke Jakarta namun untuk tahun ini kami akan kirim tujuh kepala kampung,” ujarnya. (*)

 

Editor      : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top