HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sri Lanka berlakukan jam malam setelah serangan tempat ibadah

Ilustrasi, pixabay.com

Negara itu juga menutup jaringan Facebook dan WhatsApp guna menghentikan penghasutan kekerasan oleh rakyat.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kiniyama, Jubi  – Sri Lanka memperluas cakupan jam malam pada Senin, setelah sejumlah masjid dan tempat usaha milik kaum Muslim mendapat serangan dalam kekacauan terburuk sejak peristiwa Bom Paskah oleh kelompok fanatik. Negara itu juga menutup jaringan Facebook dan WhatsApp guna menghentikan penghasutan kekerasan oleh rakyat.

Negara pulau itu meningkatkan keamanan karena kekhawatiran yang merebak bahwa kelompok minoritas Muslim di antara 22 juta penduduknya dapat menghadapi kekerasan sektarian setelah beberapa pengikut fanatiknya meledakkan diri di empat hotel dan tiga gereja, sehingga menewaskan 250 orang.

“Sejumlah masjid dan tempat usaha milik orang Muslim diserang sepanjang malam di wilayah barat Kurunegala,” kata Dewan Islam Sri Lanka dan warga.

Loading...
;

Polisi menahan sekelompok pria atas serangan tersebut. “Namun rakyat di daerah yang mayoritas rakyatnya penganut Buddha, meminta pembebasan mereka,” kata Juru Bicara Militer Sumith Atapattu.

Jam malam diberlakukan polisi untuk mengendalikan keadaan, pihak berwenang juga memperpanjang jam malam pada sejumlah desa di Kurunegala.

Tercatat pengeboman bulan lalu, yang diakui diakui dilakukan oleh ISIS, telah mengguncang negara berpenduduk 32 juta jiwa yang 70 persennya adalah penganut Buddha Sinhasala, selebihnya adalah umat Muslim, Hindu dan Kristen.

Sejak pengeboman, kelompok Muslim mengatakan menerima puluhan pelecehan. Pecahan kaca berserakan di Masjid Abrar di kota Kiniyama yang mayoritas warganya kaum Muslim. Seorang petugas masjid mengatakan serangan dipicu oleh beberapa orang yang ingin memeriksa ke bangunan utama setelah para tentara memeriksa kolam di dekatnya.

“Ketika kaum Muslim mencoba mencegah serangan, polisi meminta kami masuk,” tutur petugas.

Pihak berwenang memberlakukan larangan sementara atas jaringan media sosial Facebook dan WhatsApp setelah kejadian pertengkaran yang dipicu oleh perselisihan di facebook.

Petugas menangkap penulis unggahan di Facebook, yang disebut seorang pria berumur 38 tahun, Abdul Hameed Mohamed Hasmar, dengan unggahan komentar berbuyi “Suatu hari kamu akan menangis” yang diartikan oleh orang-orang sebagai ancaman.

“Media sosial diblok lag untuk sementara guna menjaga perdamaian di negara,” kata Nakala Kaluwewa, Dirjen Kementerian Informasi kepada Reuters. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top