Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sri Lanka revisi jumlah korban tewas serangan bom

Ilustrasi sisa reruntuhan akibat serangan bom, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kolombo, Jubi – Para pejabat Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas dalam pengeboman Ahad saat perayaan Paskah hari minggu pekan lalu. Angka resmi korban baru diidentifikasi sebanyak 253, atau turun dari jumlah sebelumnya yang disebutkan 359 orang.

Deputi Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene menyalahkan data tak akurat yang diberikan oleh kamar-kamar mayat karena perbedaan tersebut. Anil Jasinghe, direktur jenderal layanan kesehatan Sri Lanka, mengatakan kepada Reuters bahwa angka yang ada merupakan perkiraan

“Angkanya bisa jadi 250 atau 260. Saya tidak bisa menyebut secara pasti. Begitu banyak bagian tubuh dan sulit untuk memberikan berapa angka persis,” kata Anil.

Berita terkait : Sri Lanka tangkap warga Suriah terkait teror bom

Loading...
;

Korban bom di Sri Lanka terus bertambah

Serangan gereja dan hotel di Sri Lanka tewaskan ratusan orang

Serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel mewah telah menunjukkan kegagalan intelijen dengan berbagai tuduhan bahwa peringatan-peringatan belum ditindaklanjuti dan pertikaian di tingkat tinggi pemerintah telah mempengaruhi kerja sama keamanan.

Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando mengundurkan diri atas kegagalan mencegah serangan-serangan tersebut. Meski dia mengatakan pihak berwenang telah bertindak menanggapi informasi intelijen dari India yang memperingatkan serangan-serangan yang akan dilakukan segera.

“Kami menangani hal itu. Semua lembaga bekerja terkait hal itu,” kata Fernando kepada Reuters.

Dia mengatakan mengundurkan diri untuk mengambil tanggung jawab atas institusi-instusi yang berada di bawahnya, tetapi mengatakan tak ada kegagalan di pihaknya. Kepolisian mengeluarkan nama-nama dan foto-foto empat pria dan tiga wanita yang dicari terkait dengan serangan-serangan tersebut karena ketakutan bom dan penyisiran keamanan.

Sebagian besar korban tewas adalah warga Sri Lanka meski pihak berwenang mengatakan sedikitnya 38 warga negara asing juga tewas. Tercatat banyak turis yang sedang duduk untuk makan pagi di salah satu bagian atas hotel-hotel ketika para pengebom beraksi.

Para warga asing itu berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Turki, India, China, Denmark, Belanda dan Portugis.

Negara Inggris pada Kamis, (25/4/2019) memperingatkan para warga negaranya untuk tidak pergi ke Sri Lanka jika tidak perlu sama sekali, karena kemungkinan masih ada serangan-serangan. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top