Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Staf USP di Suva minta wakil rektor mundur

Staf Universitas Pasifik Selatan setelah pertemuan untuk membahas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan di kampus Laucala. – Asia Pacific Report/Wansolwara

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Staf Universitas Pasifik Selatan (University of the South Pacific; USP) di kampus utama di Laucala, Suva telah mendesak wakil rektor atau pro-chancellor, Winston Thompson, agar mengundurkan diri untuk memungkinkan dilanjutkannya penyelidikan independen, terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan mismanagement.

Itu adalah salah satu dari tiga tuntutan yang disepakati oleh staf USP, dalam petisi yang mereka serahkan Senin kemarin (24/6/2019), kepada Tim Manajemen Senior universitas itu.

Petisi itu ditandatangani oleh 500 anggota staf yang terdiri dari staf akademik dan administrasi, dan diajukan kepada wakil rektor Thompson, yang juga menjabat sebagai ketua dewan universitas USP, serta kepada wakil dewan universitas, Aloma Johansson dari Tonga, anggota-anggota dewan universitas, dan rektor dan presiden USP, Profesor Pal Ahluwalia.

Desakan kedua dalam petisi itu meminta agar Thompson segera ‘dipecat dari jabatannya dalam dewan universitas secepatnya’, menambahkan alasan ‘pembelaannya atas mereka yang terlibat dalam dugaan itu gegabah dan tidak profesional dan mendiskreditkan posisinya sebagai ketua dewan universitas.’

Loading...
;

Selain itu, pernyataannya baru-baru ini di hadapan publik tentang rektor dan presiden USP Pal Ahluwalia itu tidak profesional, merugikan dan merusak  reputasi universitas.”

Kepada pemerintah-pemerintah negara di kawasan Pasifik yang mengklaim kepemilikan atas USP, serta negara-negara mitra donor ‘terutama Australia dan Selandia Baru’, staf USP, dalam petisi tersebut, ingin pihak-pihak tersebut untuk memastikan bahwa penyelidikan dugaan itu akan adil dan menyeluruh, dan bahwa akan ada tindak lanjut.

Segenap staf universitas itu menegaskan mereka akan mengawal dengan saksama proses investigasi yang dipimpin langsung oleh komite audit USP.

Komite audit itu dipimpin oleh Mahmood Khan yang ditunjuk untuk mewakili Pemerintah Fiji di dalam Dewan USP, dan seorang akuntan berpengalaman yang dulunya bekerja di Selandia Baru.

Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, wakil ketua dewan USP, Aloma Johansson dari Tonga berkata empat perusahaan akuntansi yang berbasis di Auckland telah diundang untuk mengajukan tender atas penyelidikan itu. Johansson menambahkan bahwa komite yang dipimpin Khan akan menentukan firma mana yang ditugaskan. (Asia Pacific Report/Peni Komaisavai)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top