Stok RDT untuk pemeriksaan HIV/AIDS di Kota Jayapura mencukupi

Stok RDT untuk pemeriksaan HIV/AIDS di Kota Jayapura mencukupi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura (kiri) saat berbincang bersama kolega – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan stok atau persediaan Rapid Diagnostic Test atau RDT yang dibutuhkan untuk pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus atau HIV di Kota Jayapura mencukupi. Hal itu dinyatakan Ni Nyoman di Jayapura, Kamis (11/4/2019).

“Untuk RDT di provinsi stoknya sudah ada. Sempat di dua puskesmas ada RDT yang sudah kadaluarsa, akan tetapi sudah diretur, dan telah ganti dengan RDT yang baru,” kata Ni Nyoman di Kantor Wali Kota Jayapura.

Ni Nyoman mengaku, pada November 2018 penyediaan RDT sempat terkendala karena keterlembatan pengiriman dari Jakarta. Akan tetapi, dia menyatakan seluruh sosialisasi pencegahan infesksi HIV maupun penanganan Acquired Immune Deficiency Syndrome atau AIDS tetap bisa berjalan hingga akhirnya pasokan RDT itu tiba di Jayapura.

Ni Nyoman menyatakan pihaknya terus melakukan sosialiasi pencegahan infeksi HIV maupun penanganan AIDS di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskemas), sekolah, maupun tempat umum di Kota Jayapura. Sosialisasi itu dilakukan kepada semua kalangan, dan secara khusus menyasar kelompok remaja.

“Masa remaja merupakan masa yang rentan karena sifat remaja yang selalu ingin tahu dan selalu ingin mencoba segala sesuatu. AIDS merupakan sebuah sindrom yang disebabkan infeksi HIV. AIDS membuat sistem kekebalan tubuh melemahkan, sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya,” jelasnya.

Menurut Ni Nyoman, setiap orang harus mempelajari bagaimana HIV ditularkan, dan mengenali perilaku berisiko seperti menggunakan jarum suntik yang sudah dipakai orang lain, berhubungan seks tanpa menggunakan kondom, ataupun berganti-ganti pasangan seks. “Jangan pernah berbagi jarum atau alat suntik, hindari menyentuh darah dan cairan tubuh orang lain. Ibu hamil harus menjalani pemeriksaan berkala, sehingga bisa mendapatkan penangangan medis yang memadai jika ternyata telah terinfeksi HIV,” tutur Ni Komang.

Ketua KPA Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan uji diagnostik RDT memiliki tingkat kepekaan tinggi untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak, dan memantau perkembangan kondisi orang dengan HIV/AIDS atau ODHA. “Pemeriksaan dengan RDT ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan infeksi HIV dan sindrom AIDS, (termasuk) bagi pasien penyakit yang telah menjalani pengobatan dengan anti retro viral atau ARV,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)