Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sudah 99% pemilih berpartisipasi untuk referendum Bougainville dalam sepekan

Pemuda-pemuda Upe disediakan TPS khusus. – RNZI/Bougainville Referendum Commission

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Komisi referendum Bougainville (BRC) berkata, bahwa pada Jumat (29/11/2019), 99 % pemungutan suara telah selesai.

Pemungutan suara untuk referendum dimulai Sabtu lalu dan akan berjalan hingga 7 Desember, sementara fokus kini dialihkan ke komunitas-komunitas Bougainville yang lebih kecil dan yang tersebar.

Namun, 820 dari 829 tempat pemungutan suara telah menyelesaikan pemungutan suara, termasuk di beberapa daerah di PNG serta di Kepulauan Solomon dan Australia, menurut Mauricio Claudio.

Komisi BRC puas dengan lancarnya pelaksanaan referendum selama minggu pertama yang telah berjalan, katanya.

Loading...
;

“Dengan pengecualian beberapa TPS yang tertunda satu atau dua hari karena cuaca buruk, kami telah menyaksikan 250 tim pemungutan suara melakukan pekerjaan mereka dengan baik, dan ribuan orang-orang Bougainville datang untuk memberikan suara mereka bersituasi perayaan dan damai.

Kertas-kertas suara akan dikirimkan dari Australia, Kepulauan Solomon, dan provinsi-provinsi PNG dalam beberapa hari mendatang .

Pada Sabtu dan Senin, pemungutan suara akan selesai di atol Haku, atol Peit, atol Taonita, atol Nuguria dan Terra.

Tiga pusat pemungutan suara regional di Buka, Arawa, dan Buin akan tetap dibuka sampai referendum secara resmi ditutup pada pukul 6 sore pada 7 Desember, untuk setiap pemilih terdaftar yang belum memberikan suara.

Pemuda-pemuda Upe disediakan TPS khusus

Selain mengunjungi pasien-pasien yang terbaring di tempat tidur di rumah sakit dan mereka yang berada dalam tahanan polisi di Buka untuk memastikan semua pemilih yang memenuhi syarat bisa memberikan suara mereka, Komisi BRC juga telah menyediakan TPS khusus untuk 15 pemuda Upe di Bougainville tengah.

Upe adalah sebutan bagi anak dan remaja laki-laki yang melakukan inisiasi sebagai tanda telah beranjak dewasa.

Untuk waktu yang panjang mereka harus menetap di daerah terpencil, jauh dari desanya, untuk belajar budaya, obat-obatan tradisional, berburu, dan ritual lainnya untuk menjadi seorang laki-laki dewasa. Selama periode ini mereka mengenakan Upe – topi anyaman yang menyembunyikan rambut mereka – dan tidak bisa dilihat oleh perempuan secara langsung.

Kunua (Teua) adalah salah satu dari tiga komunitas di Bougainville di mana budaya Upe masih dipraktikkan. Komisi itu mengatakan lokasinya berjarak satu jam jalan kaki dari Pantai Barat pulau Bougainville.

Petugas, John Sisiesi, yang juga memberikan suaranya dalam pakaian adat, berkata penting untuk menghormati dan menjaga kebiasaan Bougainville tetap hidup.

“Upe adalah tradisi tua di Bougainville dan topi Upe berada di tengah-tengah bendera Bougainville,” kata Sisiesi.

“Jadi saya senang karena setelah menyelesaikan semua pemungutan suara lainnya di daerah ini, kami telah diberikan pemungutan suara khusus laki-laki untuk pemuda ini.”

Komisi Referendum Bougainville juga telah meminta pemilih untuk tidak mengambil swafoto dari kertas suara mereka yang telah diisi dan mengunggahnya di media sosial.

Mauricio Claudio dari BRC berkata swafoto dapat mengidentifikasi pemilih dengan suara mereka dan mencela kerahasiaan proses referendum. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top