Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Suku Yerisiam tagih janji Bina Marga

Banjir di Kampung Sima beberapa waktu lalu – Jubi/Dok Kampung Sima.

Nabire, Jubi – Suku Besar Yerisiam Gua, Kampung Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire menagih janji Satker Balai Jalan dan Sungai.

Pasalnya, dalam dengar pendapat yang dilakukan anggota DPRP pada Februari silam, pihak Balai Besar Jalan dan Sungai telah berjanji, akan segera melakukan penanganan dalam waktu dekat.

Sekretaris Suku Besar Suku Yerisiam Gua, Robertino Hanebora saat ditemui Jubi di Nabire, Selasa (18/06/2019) mengatakan pihaknya hanya menagih janji yang sudah disampaikan. Kampung Sima berada pada tiga titik muara yang sering meluap ke kampung jika hujan dan banjir.

“Waktu itu, setelah saya presentasikan, mereka bilang akan segera bangun dalam waktu yang tak lama lagi, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tutur Hanebora.

Menurut Robertini, warga tidak membutuhkan anggaran besar. Mereka hanya minta penanganan sedini mungkin walaupun bentuknya sederhana. Misalkan ada batang kayu untuk untuk membendung jalur masuk jika terjadi hujan dan banjir.

Loading...
;

Tapi, kata Hanebora, karena sampai saat ini belum ada realisasinya. Maka pihaknya meminta kepada Balai Besar Bina Marga, sesuai hasil dengar pendapat dan pernyataan kepala balai waktu itu untuk untuk konsisten dengan ucapannya.

“Maka kami minta dengan tegas untuk segera dilakukan karena masyarakat Yerisiam Gua di Sima terus berada dalam ancaman luapan banjir sungai Sima sebab tentunya banjir dengan leluasa akan masuk ke kampung,” terangnya.

Untuk itu lanjut dia, Suku dan Warga Kampung Sima sangat butuh keseriusan dari balai jalan dan sungai sesuai dengan janjinya.

Selain itu, minta Bupati Nabire untuk segera turun tangan, meninjau dan menganggarkan anggaran serta bekerja sama dengan instansi teknis. Karena keputusan berada di Bupati, sementara Satker dan instansi lain hanya tunggu kepastian.

Dan jika tidak ada tindak lanjut dari Satker dan bupati Nabire, maka masyarakat Yerisiam akan segera melakukan pertemuan resmi dan mendatangi Pemkab dan Satker untuk menagih janji. Bahkan yang lebih serius lagi adalah tidak akan memperbolehkan aktivitas – aktivitas pembangunan pemerintahan di wilayah adat Suku Yerisiam.

“Karena percuma kami mengizinkan sementara wilayah kami tidak diperhatikan jika banjir, bahkan tidak ada perhatian serius dari pemerinyah untuk membanghun di wilayah kami,” tegasnya.

Sementara itu, seorang tokoh perempuan Sima, Marta Akubar menambahkan bahwa jika pemerintah dan instansi teknis tidak memperhatikan hal ini maka akan berdampak pada masalah perempuan dan anak.

Misalkan, anak – anak akan sakit dan kesehatan terganggu yang dipicu oleh banjir. Lalu, aktifitas keseharian untuk mencari makan susah sebab kebun, juga dusun sagu akan digenangi air.

“Karena kami perempuan Papua itu yang selalu bergerak untuk kebutuhan sehari – hari termasuk pangkur atau tokok sagu,” ujarnya.

Jubi berusaha menemui instansi teknis terutama Bina Marga dan Pemkab Nabire, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan pihak terkait. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top