Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Suriah pastikan tak sudi berdialog dengan pasukan Kurdi

Ilustrasi perang, pixabay.com

Menuduh pasukan Kurdi memiliki agenda separatisme hingga memberi dalih bagi Turki untuk melanggar kedaulatan negaranya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Damaskus, Jubi – Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Maqdad mengecam pasukan pimpinan Kurdi, yang didukung Amerika Serikat, dan menyatakan tidak sudi melanjutkan dialog dengan kelompok itu, yang ia anggap telah berkhianat kepada negara. Maqdad juga menuduh pasukan Kurdi memiliki agenda separatisme hingga memberi dalih bagi Turki untuk melanggar kedaulatan negaranya.

Tercatta pasukan Kurdi saat ini sedang menghadapi serangan dari Turki, yang berupaya mendepak kelompok itu keluar dari Suriah utara.

Ketika ditanya apakah Pemerintah Suriah perlu melanjutkan pembicaraan dengan pasukan Kurdi, Maqdad mengatakan kelompok bersenjata ini telah mengkhianati negara dan melakukan kejahatan terhadap negara.

Loading...
;

“Kami tidak mau melakukan dialog atau pembicaraan dengan pihak-pihak yang telah menjadi sandera pasukan asing … Tidak akan ada tempat berpijak bagi kaki tangan Washington di wilayah Suriah,” tegas Maqdad kepada para wartawan di kantornya di Damakus, Kamis, (10/10/2019).

Baca juga : Serangan udara hantam zona gencatan senjata Suriah 

Serangan udara di Suriah tewaskan 18 orang

PBB kecam kamp “tak manusiawi” kelompok PKK di Suriah

Seorang pejabat Kurdi Suriah pada awal pekan ini mengatakan pihak berwenang pimpinan Kurdi di Suriah utara kemungkinan akan membuka diri untuk berdialog dengan Damaskus dan Rusia guna mengisi kekosongan keamanan setelah Amerika Serikat menarik pasukannya secara penuh dari daerah perbatasan Turki.

Seorang komandan utama juga mengatakan bahwa satu pilihan Kurdi adalah menyerahkan kembali wilayah kepada Pemerintah Suriah. YPG Kurdi, kelompok milisi yang kuat, pernah dibantu oleh Pemerintah Suriah mengambil kendali kota-kota yang berpenduduk suku Kurdi pada awal-awal konflik.  Saat itu, Damaskus sedang memusatkan perhatiannya untuk memadamkan protes massal terhadap kepemimpinan Presiden Bashar al Assad. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top