Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sweeping aparat keamanan di Nabire dinilai tanpa arah

Suasana sweeping oleh aparat polisi di Nabire, baru-baru ini. Jubi/Titus Tuban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dogiyai, Jubi – Benediktus Goo, seorang guru di SMA Negeri 2 Kabupaten Dogiyai mengatakan, belakangan ini bosan membaca dan mendengar pesan singkat di pelbagai di media sosial maupun cerita lepas di publik bahwa Nabire sudah dan sedang diramaikan dengan sweeping di setiap mata jalan setiap hari oleh aparat keamanan.

Goo mengaku meskipun belum pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri di Nabire tetapi ia samakan hal itu persis sama dengan kisah sweeping tanpa arah di Dogiyai tanggal 26 Januari 2017 silam.

“Bahwa sweeping yang pihak keamanan sedang jalankan ini membuat masyarakat sipil menjadi bingung dan bertanya-tanya, karena tidak jelas arahnya. Pihak keamanan memeriksa motor dan mobil seperti SIM, SNTK dan kelengkapan lainnya,” kata Goo kepada Jubi di Dogiyai, Senin, (14/10/2019).

Tetapi kata dia, mereka juga sweeping senjata tajam di antaranya ketapel, pisau, parang, arit, senapan, dan lebih parah lagi pihak keamanan mensweeping manusia atau orang.

“Itulah saya pernah memberikan istilah sweeping tanpa arah ketika sweeping itu terjadi di Kabupaten Dogiyai ,” ucapnya.

Loading...
;

Menurutnya pasti ada yang setuju dan ada juga yang tidak dengan istilah tersebut. Tetapi menurutnya pihak keamanan tidak pernah kantongi surat izin sweeping.

“Atau surat perintah melaksanakan tugas dan standar operasional prosedur (SOP) sweeping sehingga rakyat menjadi ambigu dalam memaknainya,” ujarnya.

Di Kabupaten Nabire saat ini sweeping digelar dengan dalih untuk menciptakan daerah menjadi aman dan damai. Apapun alasannya, menurutnya mereka harus turun jalan dengan mengantongi surat perintah tugas dari atasan

“Bila sweping itu jalan berdasarkan SOP sambil mengantongi surat perintah tugas maka tidak ada salahnya pihak keamanan menjalankan tugas di setiap mata jalan di Nabire. Sebab dalam SOP sudah jelas tentang waktu sweeping, titik-titik sweeping, jenis sweeping, cara sweeping, jadwal sweeping, batas waktu sweeping,” katanya.

Berikutnya, lanjut dia, sweepingnya terjadi di luar perintah atasan bila tidak mengantongi surat perintah tugas dan SOPnya. Maka berbagai tafsiran rakyat Nabire dan rakyat dari enam Kabuaten lain; Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya,Paniai, Nabire dan Puncak yang tinggal di Nabire akan menafsirkan banyak hal.

“Beberapa tafsiran kasar rakyat yang sedang menjadi buah bibir bagi rakyat dengan mengaitkan Pilkada Nabire, mahasiswa eksodus dan masalah situasi serta kondisi di West Papua hari ini rakyat bahkan menjadi traumatik dalam hidup mereka,” ujarnya.
Tokoh pemuda Nabire, Oni Sineri mengharapkan kepada pihak keamanan di Kabupaten Nabire untuk segera membuka diri memberikan tujuan sweeping dan mempublikasikan SOP kepada masyarakat sipil

“Itu demi menjaga kepercayaan antara masyarakat dan keamanan,” ucapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top