Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tak ingin kejadian Pemilukada 2018 terulang

Penandatanganan deklarasi damai dan sejuk bersama yang dihadiri Pemda, Polres, TNI, KPU, Bawaslu dan peserta pemilu 2019-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Pemerintah daerah, Polres, TNI maupun KPU, Bawaslu dan partai politik di Kabupaten Mamberamo Tengah berkomitmen menciptakan pelaksanaan pemilu 2019 baik Pilpres maupun Pileg di daerah itu dengan damai, aman dan sejuk.

Untuk itu, pada Sabtu (2/2/2019) bertempat di salah satu hotel di Wamena dalam kegiatan coffee morning, Kapolres Mamberamo Tengah bersama pemerintah daerah, penyelenggara pemilu dan peserta Pemilu menyelenggarakan deklarasi pemilu damai.

Ketua KPU Papua yang juga merangkap Ketua KPU Mamberamo Tengah, Theodorus Kosay mengungkapkan, selaku penyelenggara pemilu ia tak ingin apa yang terjadi di pelaksanaan pilgub Papua dan pilkada Mamberamo Tengah 2018 terulang di pemilu 2019 nanti.

Untuk mengisi kekosongan komisioner KPU Mamberamo Tengah, ia melihat hal yang terjadi di 2018 itu lebih kepada masalah kurangnya sosialisasi.

“Hal ini harus mendapat perhatian yang serius, baik sosialisasi kepada partai politik sebagai peserta pemilu 2019, kepada masyarakat terkait dengan seluruh tahapan terkait dengan penyelenggara pemilu itu sendiri,” kata Kosay.

Selain sosialisasi, KPU Provinsi juga akan melakukan penguatan kapasitas kepada seluruh PPD, PPS, KPPS agar mereka ini jangan bermain-main, jangan juga terpengaruh oleh godaan-godaan yang datang.

Loading...
;

“Karena itu kita akan segera lakukan penguatan kapasitas mental dan moral mereka harus baik, moral agar penyelenggara tingkat bawah dan pemilu yang professional, berintegritas dan tunjukan netralitas, agar pemilu demokratis, aman dan damai bisa dirasakan oleh masyarakat di Mamberamo Tengah khususnya,” ujarnya.

Kapolres Mamberamo Tengah, Deni Herdiana mengatakan, berkacamata di Pilgub dan Pilkada Mamberamo Tengah 2018, polisi telah menyiapkan beberapa rencana pengamanan, terlebih untuk pemilihan legislatif.

“Karena kita ketahui semua, Pileg di Mamteng ini kita sudah kalah start, baik dengan masalah KPUnya masih persoalan dengan PTUN dan lainya, sehingga kepolisian hanya sebatas membantu penyelenggara pemilu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tahapan pemilu berjalan baik,” kata Deni.

Ia mengaku hingga kini situasi kamtibmas Mamberamo Tengah sendiri cukup kondusif, hanya ada sedikit gejolak di luar politik yaitu imbas dari pelaksanaan konferensi GIDI, dimana ada perselisihan di salah satu kampung di Tolikara dan Mamberamo Tengah.

“Namun konsentrasi anggota pengamanan pemilu nantinya kami lebih perkuat di daerah Kelila dan Eragayam, dan yang lainya sesuai dengan plotting (perencanaan) yang telah ditentukan,” ujarnya.

Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Yonas Kenelak berharap setiap partai politik peserta pemilu di daerah itu dapat bertanggungjawab terhadap seluruh basis dukungannya, agar pemilu nanti bisa berjalan dengan baik.

“Selain itu pemerintah pun minta agar penyelenggara pemilu dapat bekerja jujur, kami tidak mau karena ketidak jujuran dalam melaksanakan tugas itulah bisa menimbulkan masalah di lapangan, baik calon dengan calon maupun antar partai politik,” kata Kenelak. (*)

Reporter: Islami Adisubrata
Editor: Syam Terrajana

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top