Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Talud di pantai Lampu Satu untuk antisipasi abrasi

Talud sekitar 126 meter yang dibangun di Pantai Lampu Satu-Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke yang membidangi infrastruktur, Hendrikus Hengky Ndiken, mengatakan setiap tahun terjadi abrasi pantai. Masyarakat yang bermukim di sekitar pantai merasakan dampak air pasang.

Hal itu disampaikan Hengky kepada Jubi, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya, pada zaman kepemimpinan Romanus Mbaraka menjadi Bupati Merauke, dewan mengusulkan pembangunan talud sepanjang 126 meter di Pantai Lampu Satu dan itu direalisasikan.

“Setelah Romanus Mbaraka tak menjabat bupati, program pengerjaan talud di Pantai Lampu Satu, Kelurahan Samkai, tak dilanjutkan. Padahal, manfaatnya sangat besar,” ujarnya.

Loading...
;

Dikatakan, daratan Merauke lebih rendah dibandingkan ketinggian laut. Solusi paling tepat adalah pembangunan talud. Tujuannya agar dapat menahan gelombang besar dan tak menimbulkan abrasi pantai, juga kerusakan perumahan masyarakat sekitar.

“Berulang kali saya usulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke agar pembangunan talud dilanjutkan. Namun sepertinya tak direspons sampai sekarang,” katanya.

Setiap tahun, menurutnya, selalu terjadi air pasang. Dampaknya adalah perumahan masyarakat di Payung dan sekitarnya terendam. Mereka harus diungsikan ke tempat lain.

“Saya kira kalau pemerintah serius membangun talud setiap tahun, dipastikan tak akan terjadi abrasi dan kerusakan pantai Lampu Satu,” ungkapnya.

Ditanya berapa panjang talud yang harus dibangun di sepanjang Pantai Lampu Satu, Hengky mengatakan sesuai estimasinya sekitar 7 kilometer.

“Ya, kalau tiap tahun pemerintah anggarkan dana Rp 4-5 miliar untuk pengerjaan talud, tentunya pantai Lampu Satu akan kelihatan lebih baik dan indah,” katanya.

Seorang warga di sekitar Pantai lampu Satu, Ikram, mengaku saat pasang, air laut nyaris masuk ke perumahan warga, lantaran tak ada talud untuk bisa menahan gelombang besar.

“Memang setiap tahun terjadi seperti demikian. Saya berharap adanya perhatian Pemkab Merauke untuk membangun talud di sepanjang pantai Lampu Satu agar dapat menahan gelombang laut,” pintanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top