HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tanpa KTP Kota Jayapura, pedagang harus pindah dari Pasar Hamadi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura akan menertibkan para pedagang Pasar Hamadi pada 26-27 Maret mendatang. Penertiban para pedagang pasar yang akan melibatkan satuan polisi pamong praja, polisi, dan tentara itu akan memeriksa data kependudukan pedagang. Pedagang yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk  Kota Jayapura akan diminta pindah berjualan ke Pasar Youtefa, Jayapura.

Rapat penertiban pasar sudah digelar Pemerintah Kota Jayapura pada Jumat (22/3/2019). Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert LN Awi mengatakan jumlah total Satuan Polisi Pamong Praja, polisi, tentara, dan staf dinas yang akan melakukan penerbitan mencapai 85 orang.

Awi menyatakan penertiban digelar untuk memastikan bahwa setiap pedagang di Pasar Hamadi merupakan penduduk Kota Jayapura. Awi menyatakan, setiap pedagang yang bukan warga Kota Jayapura akan diarahkan untuk berjualan di pasar regional Youtefa di Jayapura.

Loading...
;

“Tim penertiban menyiapkan dua unit truk. Kepala Pasar Youtefa menyiapkan lokasi bagi pedagang non warga Kota Jayapura,” ungkap Awi di Jayapura, Jumat (22/3/2019). Ia menyatakan pemberitahuan tertulis maupun lisan telah disampaikan kepada pedagang non warga Kota Jayapura.

Selain memerika dokumen kependudukan para pedagang, penertiban pada 26-27 Maret itu juga akan mengosongkan kios yang menunggak retribusi pasar. Menurut Awi, ada tiga kios dilantai satu dan 43 kios di lantai dua yang selama ini tidak pernah membayar retribusi kepada Pemerintah Kota Jayapura, yang akan dikosongkan. Selanjutnya kios tersebut akan dipakai untuk merelokasi para pedagang pakaian yang selama ini berjualan di lantai satu Pasarl Hamadi.

“Untuk kios di lantai dua, ada 20 unit yang akan kami serahkan kepada para penjual pakaian yang menggunakan kios di lantai satu. Lantai satu nantinya dikhususkan bagi para penjual komoditas pertanian dan bahan pokok. Semua pedagang pakaian, sepatu, sandal dan barang pecah belah harus berjualan di lantai dua,” jelasnya.

Awi menyatakan pihaknya membongkar rangka los pasar di lantai satu, dan meminta para pedagang pakaian di sana segera mengamankan barangnya. “Kami akan membuat pemberitahuan tertulis ataupun lisan kepada pemilik los pakaian lantai satu agar segera mengamankan barangnya. Kami akan melakuan pembongkaran rangka los pakaian, dan kami tidak akan bertanggunjawab jika dalam pembongkaran itu ada barang pedagang yang hilang, ” katanya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan, tim penertiban harus betul-betul siap melakukan eksekusi karena para pedagang sudah disurati, himbauan dan mediasi kepada pedagang.

“Kalau memang tidak bisa diatur maka gunakan kekuatan yang ada untuk melakukan eksekusi. Saya minta koordinasi masing-masing tim sehingga betul-betul terstruktur, terukur, dan tuntas. Tandai kios yang mau dieksekusi sehingga tidak salah membongkar. Diberikan informasi sebelum melakukan penertiban dan diselesaikan dengan baik tanpa ada persoalan sehingga berjalan dengan baik dan tuntas,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top