Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Teater Gandrik siap pentaskan “Para Pensiunan” di Surabaya

Ilustrasi, pixabay.com

“Berkisah tentang para pensiunan jenderal, politisi, hakim dan profesi lainnya yang sedang menikmati masa tuanya dan menunggu mati dengan tenang,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Surabaya, Jubi – Kelompok Teater Gandrik asal Yogyakarta siap mementaskan lakon “Para Pensiunan” di Gedung Ciputra Hall Surabaya, Jawa Timur, yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu malam, 6  hingga  7 Desember 2019.

“Aktivitas keseharian dalam bermasyarakat cukup melelahkan. Karena itu, perlu kiranya menikmati karya kesenian sehingga menjadi penyeimbang dalam kehidupan kita,” kata Ketua Panitia Penyelenggara pementasan, Arif Afandi, saat jumpa pers pementasan Para Pensiunan di Surabaya, Kamis, (6/12/2019).

Baca juga : Ini versi terkini “J.J Sampah-Sampah Kota” teater Koma Ini versi terkini “J.J Sampah-Sampah Kota” teater Koma

Siswa SMKN 2 Tampilkan Teater Bertema Papua Zoom Indonesia

Loading...
;

Ia menjelaskan pementasan Teater Gandrik memberi citra peduli budaya terhadap masyarakat Kota Surabaya, terlebih usai hajatan politik dan lelahnya pelaksanaan pesta demokrasi.

“Kini saatnya masyarakat diajak untuk menengok kembali kebudayaan,” kata Arif menambahkan.

Mantan Wakil Wali Kota Surabaya itu menyebutkan kehadiran komunitas Teater Gandrik yang berdiri di Yogjakarta sejak 1983 itu sangat penting karena suasana berkesenian di Surabaya perlu mendapat spirit baru.

Pimpinan Produksi Teater Gandrik, Butet Kartaredjasa mengaku senang bisa kembali tampil di Kota Surabaya. Menurut Butet, teater Gandrik telah beberapa kali menggelar pementasan di Surabaya sejak tahun 1997.

“Terakhir Teater Gandrik tampil di Surabaya pada 2013, mementaskan lakon Gundala Gawat,” kata Butet.

Pementasan lakon Para Pensiunan oleh Teater Gandrik kali ini melanjutkan keakraban yang telah dibina sebelumnya bersama para seniman asal Surabaya yang terus berlangsung hingga kini. Naskah lakon Para Pensiunan ditulis oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho, merupakan karya terakhir dari Teater Gandrik yang disutradarai oleh mendiang Djaduk Ferianto.

“Lakon ini berkisah tentang para pensiunan jenderal, politisi, hakim dan profesi lainnya yang sedang menikmati masa tuanya dan menunggu mati dengan tenang,” kata Butet. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top