Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Telah hadir di Nabire: Pedonor Darah Sukarela

Kurios B. Duwiri saat mendonorkan darahnya untuk seorang pasien – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Sebuah kelompok bernama Pedonor Darah Sukarela (DDS) hadir di Nabire. Mereka berasal dari berbagai kalangan masyarakat yang peduli dengan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Koordinator DDS, Wahyu Diantoro mengatakan para pedonor gratis ini merupakan aksi sukarela yang ingin membantu masyarakat yang membutuhkan darah.

Pasalnya, kerapkali ketersediaan darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire khususnya pada Unit Transfusi Darah (UTD) kosong.

Biasanya, jika pasien membutuhkan darah maka keluarga disarankan untuk mencari sendiri. Kalau tidak ada keluarga yang darahnya cocok, maka tentu mereka mencarinya di luar, entah kepada  kerabat atau kenalan.

Dirinya lalu berinisiatif untuk mengumpulkan beberapa teman – temannya dan membuat satu grup WhatsApp lalu mengajak mereka yang peduli bergabung.

Loading...
;

“Puji Tuhan banyak yang respon dan yang terhimpun dalam DDS ini adalah mereka yang peduli dan sifatnya sesuai kebutuhan,” ujarnya kepada Jubi di Nabire. Senin (29/04/2019).

Menurut Wahyu, DDS akan selalu siap jika sewaktu – waktu ada warga yang membutuhkan darah. Hal ini berlaku sesuai kebutuhan, artinya kalau ada yang membutuhkan dan tidak ada keluarga pasien yang bisa mendonorkan darahnya, maka kami siap melayani.

“Kami selalu siap kapanpun. Kalau ada yang butuh dan kami tahu, pasti akan menghubungi kawan – kawan yang siap mendonor dan langsung diarahkan ke UTD. Tapi mudah – mudahan suatu saat kami semua yang di grup bisa bikin acara donor darah,” tuturnya.

Dia menjelaskan, syarat untuk mendonorkan darah adalah di atas usia 17 – 60 tahun, Berat badan minimal 50 kg, tidak sedang haid dan hamil/menyusui, tidak memiliki penyakit menular seksual dan jarak waktu memberikan donor sekurang – kurangnya 3 bulan.

Selain itu dia bilang, manfaat donor darah adalah untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, menyelamatkan hidup orang lain serta mendapatkan kesehatan psikologis.

“Jadi nanti di UTD,  calon pedonor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan. Nanti dari pemeriksaan, akan disampaikan bisa mendonor atau tidak,” jelas penggiat PMR di SMK N 2 Nabire ini.

Seorang relawan DDS, Kuriosw B. Duwiri menambahkan dirinya sering mendonorkan darah bagi siapa saja yang membutuhkan. Lalu, saat mengetahui hadirnya DDS, dia lalu ingin bergabung.

Bahkan kata Duwiri, dalam mendonor darah, dia tidak pernah meminta imbalan dan ini tulus diberikan.

“Saya sudah sering donor. Setelah donor itu, badan enak sekali, tapi intinya mungkin ini cara untuk membantu sesama,” ucapnya.

Sebelumnya, Lanti setiawati, dokter patologi klinik di laboratorium RSUD Nabire yang membawahi unit transfusi darah mengatakan, permintaan darah di daerah ini bisa mencapai 200 – 300 kantong perbulan.

“Untuk Nabire ini, kebutuhan yang harus dijawab hampir 300 kantong tiap bulan, tetapi dalam sekali permintaan bisa capai tiga -empat kantong ,” ujarnya.

Adapun permintaan darah yang paling susah adalah darah AB. Sementara golongan darah lain seperti O, B, A, masih bisa didapat.

“Dan untuk mengantisipasi, biasanya kalau ada yang buat acara donor darah, kami langsung sambut,” tandasnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top