Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Terdakwa pembawa puluhan butir amunisi di Biak divonis empat tahun penjara

Imanuel Wayeni saat menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Biak – Jubi/Dok. PH

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis hakim Pengadilan Negeri Biak Numfor, Papua memvonis Imanuel Wayeni, 34 tahun terdakwa pembawa 64 butir amunisi kaliber 5,65 milimeter dari Jayapura ke Biak dengan hukuman empat tahun pidana penjara.

Vonis itu dijatuhkan majelis hakim dalam sidang putusan terhadap terdakwa di Pengadilan Negeri Biak, Senin (27/1/2020). Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa lima tahun pidana penjara.

Penasihat hukum (PH) terdakwa, Imanuel Rumayom mengatakan, majelis hakim memberikan waktu selama tujuh hari kepada terdakwa untuk memikirkan apakah menerima putusan ataukah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi di Jayapura.

Menurutnya, PH sendiri berencana mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim itu. Akan tetapi PH terlebih dahulu membicarakan rencana banding tersebut dengan terdakwa.

“Menurut kami, Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan amunisi dan senjata tajam yang didakwakan JPU, ini pasal karet yang biasa digunakan untuk menjerat orang asli Papua,” kata Imanuel Rumayon melalui telepon selulernya kepada Jubi, Senin (27/1/2020).

Menurutnya, dalam proses persidangan terdakwa PH beberapa kali menyatakan kepada majelis hakim jika kliennya hanya dijebak pihak tertentu.

Loading...
;

“Sejak awal kasus ini mulai penyidikan di kepolisian hingga proses persidangan di Pengadilan, kami minta pemilik amunisi diusut,” ujarnya.

Katanya, saat terdakwa akan berangkat dari pelabuhan Jayapura menuju ke Biak, ada oknum menitipkan paket kepada terdakwa. Akan tetapi tidak tahu jika barang tersebut adalah amunisi dan hal itu dibuktikan di Pengadilan.

“JPU juga belum dapat membuktikan asal usul amunisi tersebut. Akan tetapi hanya karena ada unsur membawa dalam Undang-Undang darurat sehingga pasti terdakwa kena, meski kami yakin itu bukan milik terdakwa,” ucapnya.

Imanuel Wayeni ditangkap Polres Biak Numfor di Pelabuhan Biak pada 4 September 2019, saat dalam perjalanan dari Kota Jayapura menuju Serui, Kabupaten Kapulauan Yapen dengan menumpang KM. Ciremai.

Ketika itu, Kapolres Biak Numfor, AKBP Mada Indra Laksanta mengatakan selain menyita puluhan butir amunisi dari tangan terdakwa, polisi juga menyita sebuah sangkur, satu helai celana loreng, satu helai baju loreng dilengkapi lambang Bintang Kejora, jaket loreng, satu buah topi loreng, dan sepasang sepatu berwarna hitam.

“Ia ditangkap saat razia polisi di Pelabuhan Biak, ketika Kapal Penumpang KM Ciremai tiba dari Jayapura sekitar pukul 06.30 WIT, Rabu (4/9),” kata AKBP Mada Indra Laksanta. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top