Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Termohon tak hadir, sidang praperadilan Polsek Biak Kota ditunda

Hakim tunggal yang memimpin sidang perdana praperadilan terhadap Polsek Biak Kota yang akhirnya ditunda – Jubi/Dok LBH Kyadawun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sidang perdana praperadilan terhadap Polsek Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua dengan pemohon tersangka penganiyaan, Septinus Rumbiak (53) dan keluarga ditunda.

Salah satu Kuasa hukum pemohon dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kyadawun Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Biak Selatan, Imanuel Rumayom, mengatakan sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Biak mestinya digelar, Senin (18/11/2019), pukul 09.00 waktu setempat. Akan tetapi karena pihak termohon tak hadir, sidang yang dipimpin hakim tunggal, Roni Widodo tersebut ditunda. Sidang kembali dijadwalkan digelar pada 25 November 2019.

“Kami kuasa hukum dan keluarga tersangka hanya datang ke pengadilan mendengarkan hakim menyatakan ada surat dari polisi minta penundaan waktu selama satu pekan,” kata Imanuel Rumayom via teleponnya kepada Jubi, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, dalam yang disampaikan kepada hakim pengadilan, kepolisian menyatakan belum dapat hadir dan meminta penundaan sidang karena belum menyiapkan kelengkapan administrasi, di antaranya belum menyiapakan surat kuasa, surat tugas, dan lainnya.

Loading...
;

Kata Rumayom, polisi memiliki waktu dua pekan untuk menyiapkan kelengkapan administrasi yang diperlukan, sejak permohonan praperadilan tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri Biak pada 5 November 2019.

“Itu yang membuat kami dan pihak keluarga kecewa. Kami menilai polisi yang tidak menunjukkan sikap profesional,” ujarnya.

Polisi dinilai terkesan tak siap menghadapi permohon dalam sidang praperadilan. Padahal pemohon berharap dapat mendengar argumen polisi sebagai jawaban terhadap sejumlah kebaratan pemohon.

Katanya, kalaupun ada potensi praperadilan gugur dengan sendirinya, ketika pokok perkara Septinus Rumbiak mulai disidangkan pada 21 November 2019, bukan berarti pihak termohon tidak menghadiri sidang praperadilan.

“Kalau praperadilan gugur dengan sendirinya, mesti dalam bentuk putusan hakim. Bukan dengan cara-cara polisi tak datang ke sidang praperadilan dan bahkan tak menghargai pengadilan,” ucapnya.

Sementara itu, Albert Rumbiak, kakak tersangka Septinus Rumbiak, mengatakan hal yang sama. Ia kecewa dengan tidak hadirnya pihak termohon dalam sidang perdana. Padahal pihaknya ingin mendengar penjelasan polisi sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap proses hukum adiknya, yang dinilai sejak awal penanganan kasus ini hingga dilimpahkan ke pengadilan dinilai tak prosedural.

“Kami kecewa karena kami ingin meminta pertanggungjawab proses hukum yang sejak awal kami nilai janggal,” kata Albert Rumbiak.

Menurutnya, karena pihak keluarga menilai ada prosedur yang dilanggar polisi, sehingga meminta bantuan LBH Kyadawun sebagai kuasa hukum dan mengajukan praperadilan.

“Kami minta Kapolda menegur Kapolres Biak Numfor dan Kapolsek Biak Kota yang kami nilai tidak menunjukkan profesionalnya kepada masyarakat,” ucapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top