Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tertembak peluru karet, 15 mahasiswa tetap bisa berunjukrasa, satu lainnya dipopor

 

Ribuan warga di Kota Jayapura, Papua, mengikuti unjukrasa anti rasisme, Kamis (28/8/2019). – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Unjukrasa anti rasisme yang diikuti ribuan warga di Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua, yang dimulai Kamis (29/8/2019) pagi berkembang menjadi amuk massa yang membakar Kantor Majelis Rakyat Papua, serta merusak sejumlah hotel, kantor, dan pusat perbelanjaan. Dalam rangkaian peristiwa itu, 15 pengunjukrasa tertembak peluru karet, dan satu orang lainnya dipukul dengan popor senjata api.

Pada Kamis pagi, polisi berupaya menghadang para mahasiswa yang berkumpul di Expo Waena, Kota Jayapura. Salah satu pengunjukrasa, Salmon Tipagau (20) menyatakan polisi melepaskan tembakan asap yang diduga gas air mata. Tipagau menyatakan polisi juga mencoba membubarkan para mahasiswa yang berunjukrasa dengan tembakan yang diduga peluru karet.

Tipagau menyebut ada sekitar 15 mahasiswa terkena tembakan itu, dan terluka di bagian kaki, tangan, maupun tubuh. “Saya bersama rekan lain ke RSUD Abepura, kami enam orang [berobat di sana],”ungkapnya.

Loading...
;

Suasana di rumah sakit itu sempat ricuh gara-gara sejumlah polisi memasuki rumah sakit. Para korban yang sedang dirawat marah dan mengamuk. “Kami bilang jangan intervensi lagi,”ungkap Tipagau.

Ia menuturkan, setelah selesai diobati di rumah sakit, ia bersama lima rekannya kembali bergabung mengikuti unjukrasa anti rasisme itu. “Tadi bersihkan luka, kasih keluar sisa-sisa peluru, dibalut, baru saya gabung lagi [dengan peserta unjukrasa lainnya,”ungkapnya sambil menunjukan luka kaki kiri yang dibalut.

Menurutnya, sembilan mahasiswa lain yang juga terkena tembakan tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, dan semuanya bisa mengikuti pawai peserta aksi mendatangi Kantor Gubernur Papua di Dok II Kota Jayapura.

Secara terpisah, pengunjukrasa bernama Soleman Itlay menyatakan seorang pengunjukrasa bernama Maxi Kamesrar (24) dipukul polisi dengan popor senjata api di depan Markas Kepolisian Daerah Papua di APO, Kota Jayapura, Kamis sore. Pukulan tersebut, menurut Itlay,  merobek pelipis kanan Maxi hingga mengeluarkan banyak darah.

Hingga berita ini diturunkan, tidak diperoleh konfirmasi dari polisi. Upaya jurnalis Jubi menghubungi Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja tidak membuahkan hasil. Jubi juga mengirimkan pesan singkat, namun tidak berbalas, diduga karena terganggunya layanan panggilan suara maupun pesan singkat di sekitar pusat Kota Jayapura.

Seluruh layanan panggilan suara dan pesan singkat di pusat Kota Jayapura terhenti sejak Kamis sore, setelah massa merusak Stasiun Bumi PT Telkom di Kota Jayapura. Kerusakan stasiun itu membuat Base Transceiver Station (BTS) di sekitar pusat Kota Jayapura kehilangan akses sinyal satelit. Akibatnya, pengguna selular di kawasan pusat Kota Jayapura tidak dapat melakukan atau menerima panggilan telepon dan pesan layanan singkat. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top