Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tetapkan dua maklumat, MRP soroti peredaran minuman beralkohol

Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rapat Pleno Pembukaan  Masa Sidang III tahun 2019 Majelis Rakyat Papua atau MRP pada Jumat (2/8/2019) menetapkan dua maklumat terkait perlindungan tanah dan manusia Papua. Salah satu maklumat baru itu menyoroti peredaran minuman beralkohol di Papua.

MRP memasuki masa sidang ketiga, Jumat. Pembukaan masa sidang dilakukan dengan rapat pleno yang menetapkan dua maklumat MRP. “Tadi MRP menetapkan dua maklumat lagi,” ungkap Ketua MRP, Timotius Murib usai memimpin rapat pleno di Jayapura pada, Jumat (2/08/2019) malam.

Maklumat pertama adalah maklumat tentang perlindungan cagar alam dan kekayaan alam Papua yang ada di wilayah kabupaten dan kota di Papua. Maklumat itu dikeluarkan supaya masyarakat bisa bersama-sama menjaga kekayaan alamnya.

Maklumat kedua adalah maklumat tentang peredaran minuman beralkohol di Papua. Melalui maklumat kedua itu, MRP meminta setiap pemerintah daerah di Papua menjalankan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. “Maklumat ini [merupakan] perintah kepada pemerintah provinsi, kabupaten kota, lembaga masyarakat adat, organisasi perempuan, dan tokoh  pemuda untuk melaksanaan Perdasi itu,”ungkap Murib.

Loading...
;

Murib menyatakan peredaran minuman beralkohol dan  obat-obatan terlarang telah menjadi ancaman bagi rakyat Papua. “Semua pihak, [termasuk] masyarakat Papua, punya kewajiban untuk melindunggi  dirinya, keluarga, tetangga dan masyarakat [dari peredaran minuman beralkohol],”ungkapnya.

Anias Lengka, aktivis Solidaritas Anti minuman keras dan narkoba kota jayapura mengatakan memang harus ada penegakan aturan yang serius ada tegas dari semua pihak. Lengka menilai peredaran minuman beralkohol di Papua tidak terkendali. Meskipun memicu kekerasan dalam rumah tanggal dan berbagai permasalahan sosial, hingga kini para penjual bisa menjual minuman beralkohol secara bebas.

“Di kota Jayapura, kita masih saksikan orang asli Papua membeli minuman di pinggir di jalan dengan bebas. Aparat penegak hukum malah membiarkannya. Bagaimana hukum akan ditegakkan? Lengka bertanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top