Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tiga bangkai anak ayam di Asrama Yameewa sudah dibakar

Kiriman bangkai anak ayam di Asrama Mahasiswa Yameewa Paniai di Jayapura. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Para mahasiswa penghuni Asrama Mahasiswa Yameewa Paniai di Jayapura pada Rabu (18/9/2019) membakar tiga bangkai anak ayam busuk yang dikirimkan orang tidak dikenal ke asrama mereka. Bangkai tiga anak ayam berbelatung itu dibakar di halaman asrama.

Penghuni Asrama Yameewa Paniai, Adreson Yeimo  mengatakan bangkai tiga anak ayam membusuk itu ditemukan di halaman asrama pada Selasa (17/9/2019) subuh. Para mahasiswa akhirnya membakar bangkai ketiga anak ayam itu pada Rabu.

“Plastik [berikut isinya], tiga bangkai anak ayam berbelatung, sudah kami bakar. Yang bakar saya sendiri, disaksikan oleh pembina asrama, sejumlah senior, dan adik-adik asrama. Sebelum bakar, [kami] berdoa, baru bakar,” kata Andrian Yeimo melalui pesan singkatnya, Kamis (18/9/2019).

Anderson Yeimo mengatakan sebagian penghuni asrama telah pulang ke Paniai pasca penyisiran yang dilakukan aparat keamanan pasca amuk massa yang terjadi 29 Agustus 2019.  “Dari hampir 105 penghuni asrama, hanya sisa 10 orang yang [masih] tinggal di asrama. Kabar kami [yang bertahan di asrama] baik, sampai ketika kami mendapat kiriman bangkai anak ayam,” katanya.

Loading...
;

Yeimo mengatakan kiriman bangkai anak ayam ini adalah teror terhadap penghuni Asrama Yameewa. Hingga kini Yeimo belum mengetahui siapa yang mengirimkan bangkai anak ayam itu.

“Kami harap pelaku teror itu sampaikan, apa alasan mereka lakukan teror [dengan mengirim] bangkai hewan itu. Apakah sengaja atau tidak. Kalau tidak sengaja, kami maklumi. Tapi kalau sengaja, kami mengutuk keras pelaku itu. Apabila ketahuan, akan kami laporkan kepada pihak berwewenang,” katanya.

Anderson Yeimo mengatakan pembina dan penghuni Asrama Mahasiswa Yameewa telah bersepakat untuk tidak melaporkan kasus itu ke polisi, setidaknya hingga mereka berhasil menemukan pelaku teror itu. “Selain  kami [sudah] menggelar jumpa pers, kami juga sudah memberitahu kepada senior dan pembina asrama. Mereka sudah tahu kronologi pengiriman bangkai ayam berbelatung dalam plastik itu,” kata Yeimo.

Pembina Asrama Yameewa Paniai, Jackson Gobay mengatakan pihaknya terus mengontrol asrama, demi memberi rasa aman bagi para mahasiswa di sana. “Teror dengan bangkai ini tidak terpuji. Ini asrama tempat mahasiswa belajar dan menimba ilmu. Kami meminta lurah  agar kembali aktifkan pos kamling untuk melakukan patrol, agar [hal itu] tidak terulang,” katanya.

Gobay mengatakan kiriman bangkai anak ayam itu teror terhadap asrama mahasiswa Paniai di Jayapura. Gobay memastikan, jika pihaknya berhasil menemukan pelaku teror itu, pelaku akan diserahkan ke polisi. “Sebab ini perlakuan tidak terpuji. Sebagai Pembina saya kutuk keras tindakan itu,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top