HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tiga suku besar di Lapago akan turun ke jalan untuk menolak rasisme

Ilustrasi Gedung DPRD Kabupaten Jayawijaya – Jubi/Arjuna

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi  Sejumlah tiga suku besar di Wilayah Adat Lapago-yaitu Suku Huwula, Suku Yali, dan Suku Lanny-akan turun ke jalan berunjukrasa menolak rasisme pada Senin (26/8/2019). Rencana itu disampaikan Ketua Dewan Adat Papua atau DAP versi Kongres Luar Biasa, Dominikus Surabut saat dihubungi di Wamena pada Minggu (25/8/2019).

“Kami akan turun besok. Kami [akan] memusatkan unjukrasa itu di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, sebagai kabupaten induk dari semua kabupaten pemekaran,” ungkap Surabut kepada jurnalis Jubi.

Surabut menjelaskan tiga suku besar yang akan berunjukrasa pada Senin merupakan masyarakat adat yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo, Yalimo, Mamberamo Tengah, Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Puncak dan Puncak Jaya. Massa dari wilayah itu akan berunjukrasa menolak rasisme yang dialami para mahasiswa Papua di Jawa Timur.

“Kami akan sampaikan aspirasi [itu] sebagai orang tua dari anak-anak yang menghadapi tindakan rasisme. Kami demo  untuk mendukung anak-anak kami,” ungkapnya.

Loading...
;

Surabut menyatakan para tetua adat di Wilayah Adat Lapago telah bersepakat mendukung permulangan para Mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua. Permulangan itu harus dilakukan karena keamanan dan kedamaian para mahasiswa itu tidak lagi terjamin.

“Sudah cukup anak-anak mengalami kekerasan rasial dari waktu ke waktu. Saya pikir [peristiwa di Surabaya itu adalah tindakan] rasisme yang terbaru, dan [sebelumnya juga] ada [kasus rasisme] yang terdahulu,”ungkapnya.

Surabut menyatakan permintaan maaf tidak akan pernah menyelesaikan masalah rasisme. Ia juga meragukan proses hukum akan memberi efek jera terhadap para pelaku rasisme.

“Karena ini [selalu] terulang, ya sudahlah. Akhiri saja dengan pulangkan anak-anak kami,” ungkap Surabut.

Ia meyakini pendidikan tinggi para mahasiswa Papua itu nantinya dapat dilanjutkan di berbagai perguruan tinggi di Papua dan luar negeri. “Mereka bisa kuliah di Papua, dan kita bisa cari jalan kuliah ke luar [negeri],”ungkapnya.

Unjukrasa tiga suku besar Wilayah Adat Lapago itu juga akan menyoroti insiden penembakan terhadap seorang terduga anggota kelompok bersenjata pada pekan lalu. Nato Dawi, warga kota Wamena, menyatakan peristiwa itu membuat Wamena menjadi lebih sunyi dari biasanya. “Malam begini kios-kios yang biasa buka sudah ditutup dari tadi,” ungkap Nato Dawi kepada jurnalis Jubi, Minggu malam.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top