Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tiga tahun pimpin Yahukimo, Abyu dialog dengan mahasiswa

Bupati Yahukimo Abock Busup saat membuka diskusi terbuka dengan KPMY, Sabtu, 23 Februari 2019 – Jubi/Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo dan  Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY) menggelar diskusi terbuka di Jayapura.

Diskusi bertema “Membangun Yahukimo Secara Bersama untuk Mewujudkan Sebuah Indentitas Diri” dan sub tema “Melalui Seminar Ini, Kita Bersama-Sama Membangun Sambil Mengejar Identitas Kita untuk Menuju Masa Depan Generasi Yahukimo yang Mandiri di Era Globalisasi” digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Sabtu (23/2/2019).

Bupati Yahukimo Abock Busup, Sekretaris Daerah Tarully Maniagasi, dan Ketua DPRD Yahukimo Mari Mirin hadir sebagai pembicara dalam diskusi dan dialog bersama ratusan mahasiswa.

Dalam pemaparannya Bupati Abock menyampaikan keberhasilan selama tiga tahun pimpin Yahukimo bersama wakilnya, Yulianus Heluka, 15 April 2016 hingga 15 April 2019.

Loading...
;

“Kita sudah sampaikan apa yang sudah dikerja dan berapa yang sudah tercapai, supaya mahasiswa bisa ikuti, lalu masukkan program untuk tahun 2020,” katanya.

Dia menjelaskan Abyu (Abock-Yulianus) sudah membangun  puskesmas, sekolah, kantor distrik, alat penerang (lampu), pembangunan jaringan telekomunikasi, pembangunan perhubungan, perpanjangan lapangan terbang, dan pelabuhan Peipera. Sedangkan empat ruas jalan dan pembangunan lainnya sedang dikerjakan.

“Dalam pembagian pembangunan kita tidak pilih kasih, tetapi bagi sama (sesuai) asas keadilan. Setiap daerah perwakilan dapat. Tidak semua dapat karena daerah kami luas, medan sulit, penduduknya banyak tapi anggarannya masih kurang, maka kita kasih perwakilan setiap daerah.”

Selama diskusi, mahasiswa berdialog dan bertanya soal pendidikan dan kesehatan, pemerintahan kampung dan distrik, serta ASN. Mereka juga mempertanyakan guru-guru, kepala puskesmas dan perawat yang tidak berada di tempat tugas. Dana kampung juga menjadi pertanyaan mahasiswa.

“Jadi, persoalan desa ini ditangani dinas teknis DPMK harus dipertegas. Sedangkan ASN pemalas, itu kan kita sudah kasih jabatan kepada orang asli Papua 75 persen dengan harapan mereka bisa kerja keras, tapi mereka itu masih pemalas,” katanya.

“Seharusnya ini kepercayaan dan bisa kerja keras. Maka solusinya kita akan rolling jabatan supaya ada perubahan sistem kerja. Kemudian mereka juga akan diberikan bimbingan teknis (bimtek) fungsi kerja,” lanjutnya.

Pihaknya juga akan menerapkan absen elektronik untuk memaksimalkan kinerja ASN.

“Karena kita sudah kasi naikkan insentif ini. Untuk pembayaran insentif bisa disesuaikan dengan kinerja dan aktif masuk kantor, maka solusi pertanyaan tadi ASN di Yahukimo akan dipakai absen elektronik.”

Pemerintah memberikan apresiasi kepada pengurus KPMY karena telah melaksanakan kegiatan ini. Diharapkan agar pengurus yang baru akan melakukan kegiatan serupa dengan melibatkan pemda, supaya saling memberikan masukan. Mahasiswa juga diharapkan agar setelah selesai kuliah bisa pulang kampung dan menempati posisi-posisi yang tersedia.

“Dengan diskusi ini juga mahasiswa bisa mengerti permasalahan yang ada di daerah. Jadi, mereka setelah selesai kuliah bisa turun ke kampung atau di kabupaten (honorer) dengan mengisi di posisi yang kosong dengan mengajar, membantu, membimbing, dan mengajarkan di lapangan. Apalagi PP Nomor 49 Tahun 2018 Tetang Manajemen Perekrutan,” katanya.

Pemerintah Yahulimo juga akan menemui mahasiswa lainnya di Papua Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Jakarta.

“Supaya visi-misi kita sampaikan dengan diskusi yang sama. Biayanya akan ditanggung pemda dan kita akan kirim supaya mereka dipersiapkan,” katanya.

Ketua KPMY, Habel Busop, mengatakan diskusi itu merupakan programnya. Mahasiswa sebagai agen kontrol masyarakat, kontrol sosial dan kontrol pemerintah.

“Siapa pun dia, pemerintah, mahasiswa punya hak untuk mengkritisi, (beri) masukan dan solusi. Apa yang kita sampaikan kepada Bapak Bupati, Sekda dan Ketua DPRD itu adalah harapan kami mahasiswa dan masyarakat Yahukimo.” (*)

Editor     : Timo Marten

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top