HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tiga warga Australia ditahan di Iran

Ilustrasi penangkapan, pixabay.com

Penahanan mereka berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat antara kekuatan Barat dan Iran setelah Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian  program nuklir .

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Melbourne, Jubi – Pemerintah Australia menyatakan tiga orang warga negaranya telah ditahan di Iran. Saat ini pemerintah Australia membantu para keluarga mereka meski tidak memberikan rincian lebih jauh.

Baca juga : Menlu Australia sebut negaranya punya hubungan baik dengan Iran

Menlu Australia sebut negaranya punya hubungan baik dengan Iran

Loading...
;

Pernyataan singkat dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia itu dikeluarkan setelah surat kabar Inggris the Times, melaporkan dua wanita Australia-Inggris dan pacar seorang di antara mereka ditahan di Iran.

“Departemen Luar Negeri dan Perdagangan memberikan bantuan konsuler kepada keluarga tiga orang itu yang ditahan di Iran. Karena kewajiban pribadi kami, kami tidak akan berkomentar lebih jauh,” kata seorang juru bicara departemen itu dalam komentar melalui surat elektronik, rabu, (11/9/2019).

Penahanan mereka berlangsung di tengah-tengah ketegangan yang meningkat antara kekuatan Barat dan Iran setelah Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian yang memberlakukan pembatasan terhadap program nuklir Iran dan kemudian menerapkan sanksi-sanksi atasnya, yang bertujuan menghentikan ekspor minyak Iran.

The Times memberitakan seorang blogger yang mengunjungi beberapa negara di Asia bersama pacarnya asal Australia, termasuk seorang akademisi yang belajar di Cambridge University telah ditahan dalam peristiwa terpisah.

Mereka ditahan di penjara yang sama di Teheran, tempat seorang pekerja pertolongan Iran-Inggris, Nazanin Zaghari-Ratcliffe ditahan sejak 2016 atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata.

Surat kabar itu tidak menyebut nama-nama warga Asustralia-Inggris itu atas permintaan Kantor Luar Negeri Inggris dan mengatakan pemerintah Australia mengambil alih kasus-kasus tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top