HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tiga warga Fiji korban serangan teroris di Christchurch

Tiga orang dari Fiji tewas dalam serangan teroris di masjid di Christchurch, Jumat lalu (15/3/2019). – RNZI/ Simon Rogers

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Komunitas Fiji di Selandia Baru terpukul setelah tiga orang dari Fiji tewas dalam serangan teroris di masjid di Christchurch, Jumat lalu (15/3/2019). Serangan teroris beruntun itu, menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai 50 lainnya, juga sangat dirasakan di Fiji.

Di antara korban yang meninggal dunia dalam serangan itu termasuk Hafiz Musa Patel, seorang imam dari Lautoka, dan Ashraf Ali, warga yang pindah dari Fiji ke Selandia Baru beberapa tahun lalu. Satu lagi pria yang meninggal, Ashraf Ali Razat, sedang berlibur di Selandia Baru, dan tinggal bersama kerabatnya di Christchurch.

Anggota senior komunitas Fiji di Christchurch, Ravi Prasad, mengatakan serangan itu masih begitu segar di ingatan mereka, orang-orang sangat trauma.

Orang-orang merasa sangat terancam. Bahkan di rumah mereka sendiri pun mereka khawatir sesuatu dapat terjadi. Jadi ketakutan iu selalu ada di sana. Terutama sekarang, kita tidak tahu, saat kita mau beribadah, kita tahu bagaimana perasaan kita pergi ke gereja atau masjid atau pura. Hal itu tidak akan sama seperti sebelumnya. Rasa takut itu akan selalu ada.”

Loading...
;

Ia berkata komunitasnya berterima kasih atas dukungan massa dari warga Selandia Baru lainnya.

Hanya perlu satu pria saja untuk merusak semuanya, tetapi kita berada di Selandia Baru, kita beruntung bisa berada di Selandia Baru, dan saya rasa kita masih percaya bahwa Selandia Baru adalah negara terbaik.”

Di Fiji, Perdana Menteri Frank Bainimarama, berpesan tentang perlunya melawan kebencian secara terbuka. Ia mengatakan serangan itu mempengaruhi seluruh Pasifik, Bainimarama menyampaikan kasih dan dukungannya bagi para korban dan komunitas Muslim. Dia meminta agar orang-orang memahami, tindakan kekerasan ekstrem sering kali dimulai dengan kata-kata kebencian dan pemikiran yang memecah belah.

Itulah sebabnya saya meminta seluruh rakyat Fiji, dari semua latar belakang dan agama, untuk bergabung dengan saya dalam membuat komitmen. Dan komitmen ini adalah: di mana pun kalian bertemu seseorang yang mengatakan sesuatu yang rasialis dan penuh kebencian, baik itu online atau secara langsung, jangan hanya diam.”

Sementara itu, kantor perwakilan diplomatik Komisi Tinggi Fiji di Selandia Baru telah mengunjungi keluarga dari tiga korban yang terbunuh, dan memberikan bantuan konsuler kepada masyarakat yang merasakan dampak dari tragedi ini. Seorang juru bicara dari kantor itu menjelaskan komunitas Fiji di Christchurch terguncang tetapi tetap kuat, dan menggunakan kesempatan ini untuk berkumpul bersama, dari semua agama dan etnis.

Komunitas Fiji di Christchurch mengadakan penyalaan lilin pada Selasa pukul 7 malam (waktu setempat). (RNZI)

 

Editor : Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top