Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tim investigasi Kodam dan Polda diturunkan ke Asmat

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marzuki – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Tim investigasi gabungan dari Kodam XVII Cenderawasih, Kepolisian Daerah Papua dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua telah berangkat ke Kabupaten Asmat. Tim investigasi itu akan mengumpulkan data dan fakta terkait kasus penembakan yang menewaskan empat warga dalam penyerangan Kantor Distrik Fayit, Asmat, pada Senin (27/5/2019) lalu.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua, Brigadir Jenderal Polisi Yakobus Marzuki menyatakan pihaknya menunggu hasil tim investigasi gabungan itu untuk menyimpulkan ada tidaknya unsur kesalahan dalam kasus penembakan itu. “Kita akan cek dulu. Kan ada tim ke sana. Nanti hasilnya akan diketahui. Kami tidak bisa langsung katakan tepat (sudah sesuai SOP),” kata Brigjen Pol Yakobus Marzuki, Selasa (28/5/2019).

Kasus penembakan yang menewaskan empat orang warga dan melukai seorang lainnya itu terjadi ketika pendukung calon anggota legislatif JK yang gagal terpilih marah dan merusak Kantor Distrik Fayit. Anggota Komando Rayon Militer (Koramil) Fayit yang berada di dekat kantor distrik berupaya membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan peringatan.

Akan tetapi, tembakan peringatan itu justru pendukung JK semakin marah dan berbalik menyerang anggota Koramil Fayit. Anggota Koramil Fayit pun melepaskan tembakan ke arah massa, dan melukai lima warga pendukung JK. Sejumlah empat warga meninggal dalam insiden itu, yakni Xaverius Sai (40 th), Nilolaus Tupa (38 th), Matias Amunep (16 th) dan Fredrikus Inepi (35 th). Seorang warga lainnya, Jhon Tatai (25 th), mengalami luka tembak di bagian tangan dan telah dirawat di RSUD Asmat.

Loading...
;

Wakapolda menyatakan kasus perusahan Kantor Distrik Fayit tidak akan terjadi jika para pendukung JK memahami cara penyelesaian sengketa perolehan suara di Mahkamah Konstitusi. Marzuki juga menyatakan masyarakat harus diberi pemahaman untuk tidak mengancam aparat keamanan. “Kalau diancam, (aparat keamanan akan membela diri), daripada dia mati dan senjata dirampas, tentu bisa (menjadi masalah apabila senjata yang dirampas itu) digunakan. Ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Marzuki menyatakan situasi keamanan Fayit mulai kondusif, karena Kepolisian Resor Asmat telah mengirimkan 17 polisi ke Fayit. “Kami mengedepankan pendekatan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat dan para pemangku kepentingan lain untuk menangani masalah ini. Kami tidak ingin penanganan kasus di Fayit malah menimbulkan dampak baru,” kata Marzuki.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M. Aidi mengatakan, tim investigasi gabungan Kodam XVII Cenderawasih, Polda Papua dan Komnas HAM telah diberangkatkan ke Kabupaten Asmat pada Selasa (28/5/2019) pagi. Menurut Aidi, tim itu akan bekerja selama tiga hari, mengumpulkan berbagai bukti dan meminta keterangan para saksi.

Tim investigas gabungan diharapkan bisa mengungkap kronologis peristiwa perusakan Kantor Distrik Fayit yang berunjung penembakan terhadap warga sipil itu. “Pelaku penembakan juga akan dimintai keterangan, apa alasannya menembak warga sipil. Apakah terpaksa (terdesak) atau karena alasan lain,” kata Kolonel Inf M. Aidi, Selasa (28/5/2019).
Prajurit TNI yang melakukan penembakan menurut Aidi telah diamankan Polisi Militer TNI Angkatan Darat di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.
Menurut Aidi, jika hasil pemeriksaan terhadap pelaku menyimpulkan pelaku bersalah, proses hukum akan dijalankan dan pelaku bisa diberhentikan dari keanggotaannya sebagai TNI. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top