Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

TNI- Polri akan patroli dan razia skala besar di Jayawijaya

Kapolda bersama Pangdam usai melakukan pertemuan dengan bupati, wakil bupati dan forkopimda Jayawijaya di Makodim 1702/Jayawijaya, Minggu (13/10/2019)-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Menyikapi kejadian di Wamena sejak 23 September 2019 , Kapolda Papua bersama Pangdam XVII/Cenderawasih melakukan pertemuan dengan bupati, wakil bupati dan Forkopimda, Minggu (13/10/2019) di Makodim 1702/Jayawijaya.

Usai pertemuan, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpau mengatakan, aparat keamanan akan mengungkap pelaku langsung di lapangan, koordinator lapangan dan siapapun yang ada di balik kejadian itu semua.

“Siapa yang menyiapkan konsepsi ini akan kami cari tahu, karena modusnya tidak parsial-parsial dimana kejadian waktunya bersamaan dalam waktu dan jam yang sama. Siapa yang mengkomandoi atau menyiapkan rancangan itu kami sedang cari dalam rangka penegakan hukum,” kata Waterpau.

Bahkan kata Kapolda, dengan kekuatan aparat TNI dan Polri yang cukup besar dengan dukungan para Satgas, akan dilakukan kolaborasi untuk bicara door to door, tidak lagi bicara konsep.

Loading...
;

Dalam penanganannya, kata dia setiap personel keamanan akan ditempatkan di pos-pos dengan kekuatan signifikan, kemudian dilakukan razia-razia dan patroli-patroli skala besar, sehingga tidak bicara konsepsi lagi tetapi operasional tentang langkah tindak nyata di lapangan.

Hal ini menurutnya untuk menyatakan jika semua persoalan sudah selesai, tidak bisa lagi dibuat dengan alasan-alasan rasisme. “Persoalan hal-hal yang jadi ungkapan kekecewaan padahal hidup ini hari ke hari harus lebih baik, apalagi mendapatkan mimpi-mimpi surga yang mengatakan Papua mau merdeka, referendum dan lain-lain itu hanya cerita lama,” kata Waterpau.

Kehadiran pihaknya di Wamena berdiskusi dengan pemerintah daerah Jayawijaya atas adanya kejadian penikaman warga di Distrik Wouma yang sesungguhnya telah ada kata sepakat dan menyatakan ke semua pihak bahwa Wamena dalam keadaan aman dan kondusif.

Namun tapi kenyataannya, kata Kapolda, hingga Sabtu (12/10/2019) masih terjadi kekerasan yang merupakan tindakan oknum-oknum pelaku kekerasan. Menurutnya ini masih berkaitan dengan kejadian 23 September 2019 lalu.

“Ada yang mengambil ruang-ruang kesempatan atas tindakan itu, dan hal ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa kenapa aparat ada dan terjadi kekosongan di sejumlah tempat ini jadi koreksi bagi kami,” katanya.

Terkait kasus kekerasan terhadap dua orang warga di Wouma sehingga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia pada Sabtu sore (12/10/2019), Kapolda turut menyampaikan duka citanya.

Dia mengatakan hal ini akan diusut tuntas, menurutnya jika diamati motifnya dilihat dari kejadian ada sekolompok warga yang habis bekerja hendak pulang ke Wamena lalu dihadang dan dianiaya, hal ini masih ada hubungannya dengan kejadian 23 September, namun tentu untuk membuktikannya, baru bisa dilakukan setelah pelaku ditangkap dan diproses.
“Saya juga harap warga masyarakat stop membawa senjata tajam dari pada saudara kecewa nanti kita akan proses, karena kami akan tegakkan hukum itu. Tak perlu lagi ada sweeping dan berjaga dengan alat tajam, karena akan membuat praduga dari pihak lain. Serahkan pada kami aparat. Saya minta dengan sangat kalau ada saudara-saudara yang ingin membentengi diri, cukup di lingkungannya saja. Jangan berjaga-jaga di jalan atau membuat barikade dan jalan sana sini dengan senjata tajam, hal itu justru malah membuat situasi tidak aman,” ujar Waterpau.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan hasil rapat bersama bupati dan Kapolda bagaimana langkah tindakan yang harus dilakukan, pihaknya berkomitmen tak ada lagi laksanakan tindakan preventif. Jika ada suatu kejadian yang akan dihadapi, maka langsung dilakukan tindakan represif. Menurutnya ini agar situasi di wilayah itu semakin kondusif.

“Kami datang memberi penguatan kepada Forkopimda dalam rangka menangani situasi yang terjadi sejak tanggal 23 September, ditambah Panglima dan kapolri sudah hadir sendiri ke Wamena dan nyatakan situasi sudah kondusif, hanya mungkin dengan kejadian kemarin itu ada unsur-unsur yang berusaha untuk menggganggu situasi yang sudah kondusif di Wamena ini,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri, agar keamanan di seluruh Jayawijaya terjamin.

“Kami juga berkomunikasi dengan tokoh gereja, tokoh masyarakat bahkan dengan kelompok lain agar bagaimana kita mencari solusi menjaga wilayah kita agar kondusif, karena mengelola daerah ini menjadi tanggungjawab kami, “kata Banua.

Bahkan menurutnya , di tahun anggaran 2020 nanti telah disepakati pembangunan sejumlah pos keamanan di berbagai titik yang dianggap rawan salah satunya di Distrik Wouma.

“Kami sudah laporkan ke Danrem untuk penempatan anggota. Proyek sudah masuk APBD dan sudah lelang, tinggal pembangunan. Jadi saya kira, hal ini sesuai dengan permintaan masyarakat kami sudah lakukan dan ada beberapa titik yang akan kami bangun pos keamanan,”kata Banua.

Sebelumnya pada Sabtu (12/10/2019) dua warga menjadi korban penganiayaan hingga menyebabkan salah satu korban meninggal dunia atas nama Deri Datu Padang (30) akibat ditikam orang tak dikenal disekitar distrik Wouma sekitar pukul 15.20 WP.

Korban yang merupakan tukang bangunan, saat hendak kembali pulang ke kota dari Wouma bersama enam orang lainya menggunakan empat motor, dalam perjalanan tiba-tiba di jembatan Wouma pengendara korban bersama rekannya tiba-tiba dikagetkan dengan munculnya dua orang warga yang tak dikenal dan langsung melakukan penikaman.

“Kita sudah melakukan pengamanan maksimal, namun masih kecolongan dengan aksi ini, namun yang pasti kita akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” kata Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya ketika dikonfirmasi.

Akibat kejadian itu, situasi Wamena di malam hari kembali mencekam ditambah keluarga korban mengarak jenazah dari rumah sakit ke Polres Jayawijaya sebelum dibawa ke tempat persemayaman di gedung Tongkonan Wamena. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top