HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Trik JFT dalam transfer pemain

Para pemain Persipura saat menyalami pelatih fisik Persipura Breno Araujo Rocha – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Hingga kini, Persipura sama sekali belum mendatangkan pemain yang akan memperkuat tim kebanggaan masyarakat Papua ini untuk memasuki putaran kedua kompetisi Shopee Liga 1 2019.

Alasannya, Jacksen F. Tiago selaku pelatih kepala Persipura Jayapura masih melihat dan memantau grafik dari para pemainnya.

JFT sapaan akrabnya kepada Jubi, Sabtu (7/9/2019) mengatakan, progres pemainnya menunjukkan hal yang positif termasuk para pemain asingnya yang sudah mulai ada peningkatan mulai dari penerapan strategi hingga fisik.

“Samassa, Konte, Andre Ribeiro, dan Oh In-Kyun sudah menunjukkan progress yang luar biasa saat ini dibandingkan ketika mereka datang pertama kalinya ke Persipura, dan saya yakin mereka akan semakin berkembang seiring waktu berjalan,” katanya.

Loading...
;

Dikatakan, diirnya akan memaksimalkan pemain yang ada saat ini karena para pemain tersebut sudah mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh tim dan juga sudah mengetahui situasi dan kondisi tim serta Kota Jayapura secara menyeluruh.

“Kalau kita harus mendapatkan pemain yang mungkin belum pernah bermain disini, meskipun sebagus apapun dia untuk spekulasi, saya rasa lebih baik saya tetap dengan materi pemain yang ada. Kenapa? Dengan materi yang ada saat ini beberapa pemain yang ada di tim kita menunjukkan grafik yang meningkat terutama pemain asing, apalagi pemain lokal,” ujarnya.

Disamping itu kata JFT, masih ada dua pemain yang punya level yang tinggi yang belum bisa bermain yaitu Imanuel Wanggai dan Marinus Wanewar.

“Dengan penambahan dua pemain (Imanuel dan Wanewar) itu, dan dengan komposisi pemain yang kita punya serta garfik yang kita punya saat ini saya rasa tidak perlu kita berspekulasi meskipun bursa transfer dibuka. Kalau bukan benar-benar berkualitas dan mau berada di sini, saya rasa rugi,” katanya.

Dikatakan, pihaknya mempunyai sasaran tetapi beberapa pemain yang didekati tidak mau bermain di Persipura karena alasan keamanan karena Kota Jayapura yang sepenuhnya belum kondusif.

“Yang lain kendalanya adalah ada beberapa yang levelnya sama dengan pemain yang ada. Saya rasa itu tidak perlu. Manajemen bergerak sangat aktif. Kalau mau dilihat, saat ini kita lawan Persela saja kita kalah. Kenapa? Karena Persela mempunyai infrastruktur yang baik dan memadai dan itu fakta. Kita harus bijak dalam mengambil keputusan, lebih baik pemain yang sudah ada di tim ini dipertahankan karena mereka sudah paham dengan kondisi di Kota Jayapura dan mereka tahu konsep kerja kita termasuk baik dan buruknya tim ini,” katanya.

Sementara, pengamat sepak bola Papua Nico Dimo kepada Jubi mengatakan, apabila coach Jacksen atapun manajemen masih kesulitan untuk mendapatkan pemain, dirinya menyarankan untuk memaksimalkan pemain yang saat ini berada di Persipura U18 dan U20.

“Walau nantinya mereka tidak bermain, minimal mereka bisa merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi di tanah air. Sehingga kedepannya, ketika mereka naik atau direkrut ke Persipura senior mereka (pemain muda) tidak kaget lagi, atau sudah terbiasa dengan latihan yang diterapkan oleh coach Jacksen,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top