HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tuai kritik, Bupati Jayawijaya serahkan aset Mall ke KKSS

Seminar sehari arah pembangunan Kabupaten Jayawijaya beberapa waktu lalu (Jubi/Mawel)

Jayapura, Jubi – Masyarakat Asli Kabupaten Jayawijaya kecewa dengan kebijakan Bupati Kabupaten Jayawijaya, John Richard Banua yang menyerahkan kepercayaan pengelolaan Mall Wamena kepada kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

“Saya salah satu putra Baliem sangat kesal kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya,”ungkap Musa Haluk, pengusaha muda Papua asal suku Huwula Kabupaten Jayawijaya kepada jurnalis Jubi merespon kebijakan pemerintah daerah, pada Minggu (10/02/2019)

Dia menilai pemerintah lebih memberi perlakuan khusus kepada warga pendatang ketimbang warga asli Kabupaten Jayawijaya.

“Kenapa pemerintah daerah tidak mau memperdayakan orang asli Papua terutama orang Baliem ?”tanya Haluk.

Padahal menurutnya potensi menjadi pelaku ekonomi (bagi orang Papua) sudah ada. Banyak orang asli yang menjadi pedagang sayur, buah-buahan lokal hingga beberapa memiliki usaha salon dan cafe.

Loading...
;

Menurutnya, potensi ini yang mesti mendapat tempat di Mall itu. “Kapan pemerintah akan beri ruang yang baik dan orang asli Papua mendapatkan tempat yang layak,” katannya.

Paskalis Wilil, koordinator Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Jayawijaya menilai kebijakan itu bagian dari kegagalan selama 50 tahun kabupaten itu ada.

“Pemerintah gagal membangun ekonomi orang asli Jayawijaya,”kata dia.

Bahkan di menilai jika hal itu merupakan awal kegagalan John Banua memimpin Jayawijaya untuk lima tahun mendatang. Banua gagal memberdayakan orang asli menjadi pelaku ekonomi.

“Kalau awal tidak berpihak ya jelas lima tahun masa kepemimpinanya nantinya macam apa. Orang asli Papua kesulitan menjadi pelaku ekonomi”kata dia dia melalui sambungan teleponnya dari Wamena, Minggu (10/02/2019).

Karena itu, kata dia, orang asli Papua harus berjuang lebih untuk memenuhi hak ekonominya. Karena sudah tidak ada keberpihakan pemerintah daerah.

Sebelumnya kepada Jubi, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan kesepakatan ini diambil setelah koperasi KKSS menyurati pemerintah daerah perihal
pengelolaan Mall Wamena 26 Januari 2019.

“Dari surat itu setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi, akhirnya menyetujui pengelolaan Mall Wamena diberikan kepada koperasi KKSS dan dilakukan penandatanganan kontrak,” kata Banua.

Dengan demikian, bangunan Mall Wamena tersebut sepenuhnya kini menjadi kewenangan pengelola, baik untuk perbaikan kondisi mall saat ini, bagaimana menarik kembali minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“.. Kami serahkan sepenuhnya ke pengelola, hanya kita memberikan standar bahwa harus benar-benar Mall, jangan kios di dalam Mall. Agar benar-benar ada semacam tempat hiburan dan tempat belanja di yang layak,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top