Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tujuh bacabup Merauke ambil berkas persyaratan di DPC PDI-P

Sekretaris DPC PDI- Perjuangan Merauke, Yulius KR Ndiken, menyerahkan berkas kepada Bacabup Merauke, Romanus Mbaraka – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Tujuh bakal calon bupati (bacabup) Merauke mengambil  berkas persyaratan di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan yang beralamat di Jalan Brawwijaya.

Pengambilan persyarakat dimaksud, setelah PDI-P Merauke menyatakan membuka secara resmi pendaftaran bacabup terhitung mulai tanggal 9-16 September 2019.

Tujuh bakal calon bupati yang mengambil berkas antara lain Romanus Mbaraka, Paschalis Imadawa, Antonius Kaize, Hendrikus Mahuze, Fransiskus Ciwe, Dominikus Buliba Gebze, dan Matheus Liem Gebze.

Kepada sejumlah wartawan, Senin (9/9/2019), Sekretaris DPC PDI- Perjuangan Merauke, Yulius KR Ndiken, mengatakan terhitung mulai hari ini pendaftaran dibuka. Tahapannya adalah dengan pengambilan syarat-syarat.

Loading...
;

Selanjutnya, demikian Yulius, bakal calon melengkapi sekaligus melakukan konfirmasi balik kapan mendaftar. Sehingga dari situ, partai memastikan siapa saja yang dinyatakan serius.

Bakal Cabup Merauke, Romanus Mbaraka, mengatakan hari ini dirinya datang sekaligus mengambil formulir untuk diisi.

“Bagi saya, PDI-P adalah partai besar dan sangat profesional,” katanya.

“Kami baru diberikan daftar persyaratan. Kalau sudah diisi dan memenuhi, akan melakukan pendaftaran secara resmi. Dalam beberapa hari ke depan, berkas saya penuhi dan mendaftar kembali,” ungkapnya.

Tentunya, jelas Romanus, PDI-P mempunyai alat ukur sendiri sekaligus menentukan siapa yang akan mendapatkan rekomendasi. Itu adalah kewenangan DPP. Namun tentunya dari DPC maupun DPD, akan memberikan pertimbangan serta masukan.

Disinggung jika Ketua DPC PDI-P Merauke, Heribertis Silubun, memastikan diri maju, Romanus mengatakan silakan saja. Baginya partai ini profesional dan pasti ada alat ukur yang menjadi pedoman.

“Saya contohkan saja, ketika Gubernur Sumatera Selatan maju, namun terakhir Surya Paloh tak memberikan rekomendasi kepada bersangkutan. Karena pasti Paloh memiliki alat ukur tentang elektabilitas seseorang,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top