Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Tumpahan minyak di Teluk Lughu persulit hidup nelayan

Pasir di pinggiran pantai di Teluk Lughu diselimuti minyak yang tumpah dari kapal MV Solomon Trader. – Solomon Star

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lughu, Jubi – Tumpahan minyak dari kapal MV Solomon Trader yang sedang memuat Bauksit saat diterpa angin keras di Teluk Lughu, Rennell Barat, Kepulauan Solomon, berdampak signifikan pada kehidupan penduduk setempat.

Saat mengunjungi lokasi itu akhir pekan lalu, koran Solomon Star menyaksikan secara langsung masalah yang terjadi di sana. Komunitas-komunitas di sekitar Teluk Lughu–menurut perkiraan populasinya lebih dari 300 jiwa yang tinggal di sepanjang pantai teluk itu–, tidak bisa lagi menangkap ikan segar sebagai makanan mereka untuk jangka waktu yang tidak diketahui. Penduduk desa yang tinggal di sekitar daerah itu berkata, mereka kehilangan ikan segar untuk dimakan dan bertanya-tanya berapa lama keadaan akan kembali normal.

Kepala Suku Raymond Sau dari Desa Avatai di Rennell Barat mengatakan kepada Solomon Star, sejak minyak mulai merembes keluar, mereka tidak berani memakan ikan segar dari laut karena takut keracunan ikan akibat tumpahan minyak.

“Nelayan-nelayan berhenti memancing karena air kotor,” katanya.

Loading...
;

Ikan juga terlihat mengambang di permukaan laut selama beberapa hari terakhir.

“Kami juga melarang anak-anak supaya tidak tidak berenang, karena pasir di pinggiran pantai diselimuti tumpahan minyak,” tuturnya.

Bukan hanya melewatkan kegiatan memancing sehari-hari, mereka juga tidak bisa mengambil air segar dari muara sungai yang berada tepat di tepi pantai. “Bagian hilir sungai-sungai di pinggir laut juga telah ditutupi minyak sehingga kami tidak bisa minum air tawar. Sungai-sungai ini adalah satu-satunya harapan kami untuk air tawar, ketika kami mengalami musim kemarau. Sudah satu minggu ini tidak hujan, tetapi untungnya perusahaan tambang masih membantu menyediakan air, tetapi kami tidak tahu berapa lama bantuan akan diberikan,” tambah Sau.

Penduduk di desa-desa di situ juga sulit tidur di malam hari karena bau menyengat dari minyak yang tumpah. Beberapa orang, termasuk anak-anak, jatuh sakit karena bau menyengat ini,” katanya.

Sau menekankan mereka hanya ingin agar pemerintah mempercepat pekerjaan pembersihan laut dan pantai mereka, sehingga mereka dapat kembali hidup normal. (Solomon Star News/Carlos Aruafu)

 

Editor : Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top