HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Universitas di Beijing akan ajarkan 7 bahasa Kepulauan Pasifik

Buku-buku untuk belajar bahasa Kepulauan Pasifik. – ABC News/Jarrod Fankhauser

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beijing, Jubi – Tiongkok telah mendorong agar lebih banyak mahasiswanya belajar bahasa-bahasa Kepulauan Pasifik, dalam upayanya untuk meningkatkan daya tarik Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) yang bernilai triliunan dolar di seluruh kawasan ini.

Tujuh bahasa dari Kepulauan Pasifik akan segera ditawarkan oleh program sarjana di universitas di Beijing, Beijing Foreign Studies University (BFSU) termasuk Tok Pisin, salah satu bahasa resmi Papua Nugini, serta bahasa Samoa, Tonga, dan Fiji. Langkah ini diambil saat Tiongkok terus mencoba mengembangkan pengaruh diplomatiknya di kawasan Pasifik, di tengah-tengah upaya baru dari Australia untuk juga ‘step up’ keterlibatannya di Pasifik.

Bahasa dari delapan mitra diplomasi Tiongkok di Pasifik akan diajarkan dalam program-program sarjana, yang telah dikembangkan secara khusus dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan luar negeri Tiongkok.

“BFSU berencana untuk mengajarkan bahasa dari semua negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tahun 2020.”

Loading...
;

Beasiswa-beasiswa juga akan ditawarkan kepada pelajar dari Pasifik sebagai bagian dari upaya pertukaran bahasa. Sementara itu, Australia memiliki program bahasa Pasifik yang terbatas di universitas-universitasnya – Australian National University adalah satu-satunya institusi yang mengajarkan mata kuliah bahasa Pasifik, Tok Pisin, itu pun diadakan secara daring.

Anna Powles, seorang dosen senior ilmu keamanan di Universitas Massey, Selandia Baru, berkata kepada ABC bahwa kurangnya keterampilan berbahasa Pasifik staf-staf diplomatik Australia itu tidak luput dari perhatian negara-negara Pasifik.

“Kemampuan berbahasa adalah kritik utama terhadap Australia dalam hal keterampilan bahasa dari staf yang ditempatkan di kawasan itu,” katanya. “Kita hanya dapat benar-benar membangun hubungan yang tulus melalui bahasa, budaya, dan pemahaman bersama.”

Selain tujuh bahasa Kepulauan Pasifik, BFSU akan menawarkan puluhan bahasa minoritas lainnya, seperti bahasa Timor Leste, Tetum, dan bahasa Dhivehi yang digunakan di Maladewa.

Setiap bahasa yang dipelajari berasal dari negara-negara yang telah menandatangani inisiatif BRI Tiongkok, proyek infrastruktur dan pembangunan ambisius yang bertujuan untuk menghubungkan 126 negara melalui darat dan laut.

Menurut Setope So’oa’emalelagi, seorang guru bahasa Samoa di Universitas Liaocheng di Provinsi Shandong, langkah untuk dimulainya mata kuliah bahasa Kepulauan Pasifik di tingkat universitas ini sangat penting, terutama karena BFSU adalah sekolah pilihan bagi diplomat Tiongkok. (ABC News)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top