HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Usai Jerman, kini Belgia tawarkan Papua kerjasama bidang ekonomi

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal didampingi Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar negeri Papua, Suzana Wanggai menyerahkan cenderamata ke Dubes Belgia Stephane De Loecker, di Jayapura, Senin (13/5/2019) – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Papua selalu menjadi daya tarik bagi negara-negara besar untuk menjajaki kerjasama. Hal itu terbukti dengan adanya kunjungan dua Duta Besar (Dubes), yakni Jerman pada Senin (6/5/2019) dan Belgia pada Senin (13/5/2019).

Dalam kunjungan Dubes Jerman Peter Schoof pekan lalu, menawarkan peluang kerjasama di bidang pengelolaan sumber daya alam, seperti pertanian dan perikanan.

Sedangkan kunjungan Dubes Belgia Stephane De Loecker hari ini ke Papua, adalah untuk menawarkan peluang kerjasama di bidang ekonomi.

“Belgia merupakan salah satu negara penghasil coklat terbesar, makanya kami sampaikan dulu daerah Tabi merupakan penghasil coklat terbesar dan jika Pemerintah Belgia berkeinginan mengambil coklat di Papua dapat melakukan bekerjasama dengan Pemprov Papua dan petani coklat,” kata Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal usai menerima kunjungan Dubes Belgia, di Jayapura, Senin (13/5/2019).

Menurut ia, kedatangan Dubes Belgia ke Papua merupakan yang pertama kali, sehingga beliau memprioritaskan kunjungan ke Provinsi Papua, untuk mengetahui peluang ekonomi di Bumi Cenderawasih sekaligus memperkenalkan diri.

Loading...
;

“Informasi soal potensi ekonomi Papua sudah kami sampaikan, nanti tinggal Dubes yang sampaikan ke Pemerintah Belgia dan masyarakat ekonomi Eropa, dengan harapan kerjasama atau mereka yang berkeinginan ke Papua dalam hal ekonomi bisa mengambil kesempatan dan meningkatkan perekonomian di Papua,” ujarnya.

Selain itu, Dubes Belgia Stephane De Loecker dalam kunjungannya juga menanyakan situasi keamanan politik di provinsi paling timur Indonesia ini.

“Soal ini saya sudah sampaikan, secara umum keamanan di Papua aman dan terkendali. Kalaupun ada sesuatu itu lebih karena komunikasi yang tidak berjalan baik, dan itu lebih kepada faktor manusia bukan karena faktor pemerintah,” katanya.

“Pada dasarnya, pemerintah provinsi Papua selalu berusaha membangun Papua dengan luar biasa, hanya saja terkadang orang yang diberikan kepercayaan salah menerjemahkan kebijakan yang ada, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Wagub Klemen Tinal menambahkan, untuk menjadi pemimpin di Papua atau Indonesia, harus benar-benar lebih dulu memahami karakter dan budaya masyarakat, dengan begitu semua pembagunan akan berjalan baik.

“Kadang kita menganggap, saya mengetahui Papua namun membuat kacau, itu yang saya minta pejabat-pejabat di Pusat supaya kalau datang ke Papua jangan percaya diri berlebihan tetapi koordinasi dengan pemerintah Papua, supaya apa yang diinginkan bisa tercapai dan masyarakat menikmati apa yang diinginkan negara,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top